Last updated by at .

27 DecADALAH KANAK-KANAKMU

Kanak-kanak berlarian ke ujung cakrawala. Adalah kanak-kanakmu yang memburu harap. Dengan mimpinya yang tumbuh dari dalam kepala. Bersulur-sulur ingin gapai pelangi, bintang, rembulan, matahari dan biru langit. Adalah kanak- kanak yang berlarian telanjang kaki dengan keperihan dalam dada. Menyeru nama ayah ibu. Menyeru masa lalu. Karena compang camping sejarah dijejalkan ke dalam tempurung kepala. Sebagai perca penuh darah dan nanah.

Sebagai kanak-kanak mereka berlari mengejar bayang-bayang. Dalam tatap bengis orang dewasa. Dalam letus senapan. Dalam ledak bom. Mereka berlari memegang ranting zaitun. Menggambar burung merpati di setiap tembok kota.

Mereka adalah kanak-kanakmu, menyeru namamu. Merindu negeri jauh itu.

Depok, 16 Desember 2002

 

Tags: ,

26 DecBUSH MENGHITUNG HARI SADDAM

buat: ben abel

Dihitung hari-hari Saddam, sebagai tetes minyak di tengah gurun, di cemas kabar. Bush menandai hari, mungkin di sela salju dan gemerincing bel. Hari-hari yang mengkhawatirkan

Kuterima suratmu, dari negeri jauh, menerbang di antara putih salju: mungkin akhir tahun ini…

Lalu kubayangkan rudal meledakkan kota-kota, dentumnya terdengar: buuuush! buuuush! saaaaaaaad daaaaaaaam! Kepiluan yang sama akan terdengar. Seperti Kuta, Kandahar, Sarajevo, Sabra Satila, dan negeri yang kau tulis di buku harian, dengan airmata. Dengan airmata

Kutulis sajak ini. Mengingat surat yang kirim saat itu: mungkin akhir tahun ini…

Malabar, Desember 2002