Last updated by at .

28 JanOBRAL MUSIM DINGIN

mari kita berbelanja, kata reklame

mengajak ke london dan paris

 

di musim dingin banyak sale banyak soldes

 

nampak wajah-wajah cerah

dari negeri-negeri jauh

dari eropa timur dan asia

 

aku memeriksa label harga

nampak tertera: made in china, vietnam dan kamboja

pantas murah harganya

 

selamat datang, welcome, are you from indonesia?

pedagang asal maroko menyapaku, dia bisa berbahasa indonesia

 

di toko-toko london dan paris

aku disapa pedagang india, maroko, afganistan, thailand

 

aku menatap harod, toko milik alfayed, dari jauh

aih alfayed, jangan tertawa, aku tak masuk ke tokomu

poundku terbatas jumlahnya

 

pound yang pongah

euro, dollar dan rupiah terpuruk

di pasarnya

 

28 JanVICTORIA VICTORIA

gedung gedung tua sepanjang buckingham,

sepanjang jalan jalan london

victoria victoria

 

thames yang jernih belum membeku

mengalirkan sejarah kegelapan dan pencerahan

penaklukan demi penaklukan negeri negeri jauh

 

victoria victoria

nama yang selalu bergetar di antara gedung gedung tua

perhiasan emas dan permata, di musium musium kota

 

victoria, victoria

gold glory gospel menyalakan matahari di semua lautan dan benua

di sepanjang jalan britania raya

28 JanMADAME TUSSAUD

“where is sukarno madame?”

tapi madame tussaud tak menjawab pertanyaanku

 

di musium ini aku ingin melihat patung presidenku

tapi sukarno tak ada, suharto tak ada, susilo bambang yudhoyono tak ada

 

aku tertawa saat ada yang memeluk beyonce dan marilyn monroe

aku mendamaikan rosevelt dan hitler, mari kita berfoto, kataku

 

tak menemukan sukarno, aku menemukan enstein, hawkins, picasso dan shakespeare

aku bacakan puisi tentang london yang membeku dengan salju

 

jangan terlalu tegang arnold, ini bukan di film action

tertawalah seperti becham, seperti tom cruise

 

selintas aku bertemu madame tussaud lagi,

sebelum melintas di rumah hantu, rumah kekejian sejarah manusia

 

di musium ini,tak ada tanda pintu keluar, hanya ada: this way

 

aku tersenyum melintasi sejarah britania raya

dengan kereta mini, tersenyum pada kamera yang meminta tebusan

 

biarlah kau simpan fotoku madame,

aku tak punya uang pound berlebih

 

mungkin engkau akan membuat patung lilinku, kelak

 

28 JanLOST IN LONDON

aku tersesat di london

saat toko-toko tutup jam 7 malam,

 

aku tersesat dengan handphone roaming

yang merampas pulsaku

 

aku menelusur trotoar china town london

dengan perut sakit menahan diare

 

aku termangu di trotoar depan kios tatto

menggigil kedinginan

 

di kota london yang asing

aku harus berbicara dengan sopir taxi

“do you know hotel novotel?”

 

sopir taxi, keturunan india tertawa:

“find your hotel adress, eight novotel in london.”

 

london masih sore, jam 7 malam

di tanah air sudah jam 2 dinihari

 

dan aku menggigil kedinginan

di antara salju yang melebat

 

aku tersesat di london

28 JanCHINA TOWN

apa yang merekatkan kita, mungkin nasi

bukan steak kentang dan roti

 

bebek panggang di chinatown london, enggan masuk ke dalam lambungku

ah, masih kuingat bebek panggang di pusat kota beijing

kedai makan yang berhuruf arab di temboknya

 

tapi udara demikian dingin, dan aku harus makan

sup yang hambar, sayur yang tak jelas rasanya, bebek yang asin dan asing

kukunyah perlahan, nasi memang mengeratkan kita