ORANG-ORANG YANG MENYIMPAN API DALAM KEPALANYA

Dia, seorang anak muda yang tak mau disebut namanya, mencoba mempertanyakan hal-hal yang selama ini telah mapan, mungkin dapat disebut juga sebagai orang yang antikemapanan. Adakah telah merasuk dalam benak kepalanya apa yang disebut orang sebagai dekunstruksi (sebuah ajaran dalam Continue reading ORANG-ORANG YANG MENYIMPAN API DALAM KEPALANYA

Telah Dialamatkan padamu Sepilihan Sajak Nanang Suryadi

Oleh: Cunong Nunuk Suraja Membaca judul buku kumpulan puisi Nanang, selintas kita sudah terikat pada kata “sepilihan”, sebuah kata yang mengisyaratkan adanya kesatuan atau jumlah satu. Barangkali saja penyair akan mempunyai dua atau sekian pilihan. Penggunaan kata yang menabrak kaidah Continue reading Telah Dialamatkan padamu Sepilihan Sajak Nanang Suryadi

Catatan untuk Sepilihan Sajak Nanang: Banyak Ruang Terbuka

Oleh: Sutan Iwan Soekri Munaf Berhadapan dengan sajak tidaklah sama dengan berhadapan dengan prosa, baik cerita maupun tulisan bentuk lainnya. Bermuka-muka dengan sajak akan menguak pengalaman batin dan pengetahuan pikir serta kemampuan berimajinasi. Jika berhadapan dengan prosa, baik cerita maupun Continue reading Catatan untuk Sepilihan Sajak Nanang: Banyak Ruang Terbuka

Membaca Nanang Suryadi, Menemukan Penari Telanjang

Oleh: Asep Sambodja Dalam kumpulan sajak Nanang Suryadi yang kelima, Telah Dialamatkan Padamu” (Dewata Publishing, Jakarta, 2002), kita bisa menemukan bait pembuka dalam sajak “Intro“, aku tak mengerti, katamu/ pada sajak banyak ruang terbuka, sebagai isyarat dimulainya pembacaan sajak-sajaknya yang Continue reading Membaca Nanang Suryadi, Menemukan Penari Telanjang

Antropomorfisme

ketika penyair itu bertamu ia membayangkan lengan kursi itu memeluknya seraya bercerita tentang kaki langit yang jenjang hingga pelangi berjuntai-juntai menyentuh kaki gunung dan mulut gua menjadi nganga terkagum-kagum dan menepuk bahu jalan yang menggelendot manja di dekat ngarai itu

Personifikasi Matahari, Hujan, Tiang Listrik

beri aku puisi, katamu suatu ketika. matahari malas mendengar kata-katamu, ia segera pergi ke balik malam. dan hujan yang tiba-tiba marah mencurahkan dingin ke kepalamu, seraya berteriak: inilah puisi. tiang listrik tertawa-tawa, mungkin lucu rasanya: penyair minta puisi. puisi? dimana Continue reading Personifikasi Matahari, Hujan, Tiang Listrik

Syair Nasihat Untuk Anak Tersayang

Untuk puteriku: Cahaya Hastasurya Kanak disayang disayangsayangBesarlah kanak tak lupa mengenang Kanak disayang disayangsayangTidaklah lupa nasihat tuk sembahyang Berdoalah kanak berdoalah sayangSiang malam pagi dan petang Doakan ampun ayah bunda tersayangAgar hidup terasalah lapang Inilah syair untukmu sayangAgar hidup terasalah Continue reading Syair Nasihat Untuk Anak Tersayang