Archive for the 'Uncategorized' Category

Last updated by at .

24 NovSyair Orang Gila

siang demikian terik sayang, orang-orang melempar api ke udara, panas matahari demikian menggila, orang-orang gila bermain bola api, panas!

tak ada api jika tak ada asap! ujar satu orang gila. duluan mana asap atau api? kukira aku telah gila mendengarnya.

orang-orang bermain api. api menyala-nyala. di mata. matahari menombakkan apinya ke ubun-ubun kepala.

mari menari! bersama burung nazar. berkuik meminta darah.meminta mayat. meminta belatung. tendang bola api keangkasa. biar dimamah segala!

akulah pahlawan! kata seorang gila kepada kawannya yanggila. dia bangun kesiangan. mengucek-ucek matanya. bola api dimakannya. dia tertawa

wahai manusia! wahai manusia! seorang gila menyeru dari atas bukit. tapi tak ada yang mendengarnya. orang-orang merasa bukan manusia.

wahai babi! wahai monyet! wahai anjing! wahai serigala! wahai tikus! orang-orang terperangah mendengar seruan itu. seperti memanggil namanya

manusia tak mau dipanggil manusia, wahai!  jerit seorang gila membawa api di tengah pasar. mau membakar nyeri, katanya.

matahari demikian terik sayang! teriakku. di tengah pasar. tubuhku demam meninggi. menyala api! menyala api!

30 DecPembacaan Puisi oleh Nanang Suryadi & Haikal: Sajak Untuk Ibu Pertiwi (2)

Musikalisasi puisi oleh Haikal mahasiswa FEB-UB pada saat pembacaan puisi Sajak Untuk Ibu Pertiwi (2) Nanang Suryadi.

YouTube Preview Image

09 DecNanang Suryadi Sang Multikultural

sumber: http://www.beritajatim.com/detailnews.php/2/Gaya_Hidup/2011-04-19/98536/Nanang_Suryadi_Sang_Multikultural

Selasa, 19 April 2011 02:24:14 WIB
Reporter : Yatimul Ainun

Malang (beritajatim.com) - “Biar. Jika kau tak mau temani. Biar kurasakan nyeri sendiri. Di puncak sepiku sendiri”. Begitu isi penggalan bait akhir puisi berjudul Biar, dikarang Nanang Suryadi dari buku puisi yang juga berjudul Biar!.

Puisi tersebut dicipta oleh sastrawan dari Universitas Brawijaya (UB) Malang yang lahir 8 Juli 1973 di Polumerak, Serang Banten. Hadir dalam launching buku tersebut sebagai Djoko Saryono dan Yusri Fajar yang juga mengajar di Universitas Brawijaya Malang.

“Buku ontologi puisi yang ditulis Nanang Suryadi itu sangat luar biasa. Mengapa demikian, karena puisinya mampu menjelajah kemasa lampau dan yang akan datang. Penuh hiruk pikuk sosial yang mampu menjelma kata penuh bunyi dan makna,” kata Djoko Saryono.

Nanang Suryadi itu, kata Djoko, ibaratnya manusia yang sangat paradoksal. “Menjadi seorang penulis itu akan selalu dikenang karena karyanya. Namun, kalau seorang ekonom tak ada yang dikenang. Karena tak ada karyanya. Di tengah masa ke dua, sudah tidak banyak lagi yang peduli pada teks. Tetapi pada lisan semata,” katanya.

Nanang, aku Djoko, dalam mengarang puisi tak merasa terbebani dengan berbagai aliran yang kini berkembang. “Dia menulis dengan bebas dan memiliki gaya dan karakteristik tersendiri. Karena itu, Nanang adalah sosok sastrawan yang multikultural dalam mengarang puisinya ini,” katanya.

Sementara itu, menurut Yusri Fajar, Nanang dalam menulis puisi masih setia menggunakan teknik repetisi. Repetisi bisa meliputi bunyi, suku kata, kata, frasa, bentuk metrikal dan struktur sintaksis. “Dalam ontologi buku berjudul ‘Biar!’ Nanang lebih banyak terfokus pada repetisi kata, frasa dan sintaksis dalam baris,” nilainya.

Selain itu, Nanang juga sering melakukan pengulangan terstruktur dalam bait penutup. “Repetisi dalam puisi Nanang secara subtansial, saya katakan, ada kemiripan dengan gaya Sutardji. Namun, dalam buku yang dikarang Nanang itu, penuh dengan permainan indah repetisi, dan diwarnai dongeng menarik,” katanya.

Sementara menurut Nanang Suryadi sendiri, antologi puisi dan juga puisi yang ditulisnya itu tak lepas dari perjalanan dirinya, yang saat ini berada di kehidupan kota. “Semoga apa yang saya tulis mampu memberikan pencerahan bagi pembaca,” katanya singkat. [ain/but]

30 JulSajak Kanak (15)

bu guru bercerita, memikat sekali
cerita si kancil yang pintar banyak akal
tapi si kancil suka nakal
mencuri mentimun pak tani

pak tani yang miskin
menanam mentimun
dipelihara setiap hari

aku kesal kepada kancil
tidak kasihan kepada pak tani

kata bu guru,
kami tidak boleh seperti kancil
yang pintar mencuri

Tags: ,

30 JulSajak Kanak (14)

aku senang, diajak tamasya ke kota
tapi aku jadi tidak suka
jalan jalan di kota macet

waktu aku tanya ayah, kenapa jalanan macet?
ayah bilang: butho cakil sedang lewat

30 JulSajak Kanak (13)

ayahku mendongeng
timun emas dan butho cakil

tersebutlah kisah
raksasa yang rakus
hendak memangsa timun emas

butho cakil, demikian orang memanggil
mati tenggelam di lumpur

terasi dilempar ke butho cakil,
menjadi lumpur

timun emas selamat
rakyat menyambut gembira

30 JulAku Sebut Nama-Mu

aku sebut namamu. aku sebut namamu. aku sebut namamu. aku sebut namamu. aku sebut namamu. aku sebut namamu. dalam hela nafasku. Allahku

30 JulPorong: Macet!

porong. macet. porong. macet. porong. macet. porong .macet. porong. macet. cet. cet. cet. jalan berdebu. debu. debu. beterbangan. sampai ke: matamu!

27 JulAku Hujankan Puisi

aku hujankan puisi di meja meja kantor
penyair yang lupa dengan impiannya
tertumpuk kuitansi dan berkas espeje

aku hujankan puisi di segala waktu
saat kata kata merindu diriku
saat aku merindu mimpiku

aku hujankan puisiku
untukmu untukmu untukmu
yang memendam kata-kata rindu

27 JulDi Tanah Lot

(1)

di tanah lot. turis berfoto. aku berfoto. kita saling berfoto. tak kulihat lagi tikus yang masuk lobang. hanya kerumunan orang. tak kulihat kamu di situ. di tebing batu. di pasang laut. kemana gemetar dulu. yang menjadi kenang. dalam wingit dupa. dalam harum bunga. ke mana engkau, kenangku yang dulu, lot.

(2)
secangkir kopi tak bisa mencegahku untuk mengantuk. rimis membasah di aspal terminal. mendung cuaca. sekotak nasi. secangkir kopi yang tinggal ampas hitam. sebatang rokok menyala. dan kantuk yang tak mau menunggu.

27 JulHujan yang Kesekian

hujan yang kesekian. hujan yang kau simpan. diam diam. dalam puisi. saat mata ingin terpejam. hujan yang kau kira akan berdiam dalam puisi yang tentram, berubah menjadi kucuran air dari kran. diam diam membanjirkan puisi ke dalam kepalamu. diam diam.

27 JulBatu Kali

batu batu kali batu batu kali berapa tambah berapa diusung ke kota diusung jalan jalan diusung gedung gedung diusung rumahku rumahmu dikubur dalam tanah direkatkan dalam keinginan mengukuhkan batu batu di kepala batu

27 JulMemandang Purnama Bulan

(1)

purnama sempurna bulan. di langit. seorang penyair ragu puisi apalagi yang belum ditulis penyair lain atau mungkin dirinya sendiri tentang bulan yang purnama sempurna.

(2)

sebutir bulan. terang. semangkuk laut. pasang. sebutir bumi. biru. sepandang langit. tatap. seorang aku. Rindu

27 JulMenyeberang Selat Bali

ke barat ke barat kita kejar matahari, katamu. diombangambing ombak. pusing kepalaku. nenek moyangku seorang pelaut, aku ingin bernyanyi sekeraskerasnya. setuwung mie instan hangat meluncur bebas ke dalam usus. angin berhembus. ombak bergoyang goyang. nenek moyangku, seorang pelaut! pusing kepalaku

kucoba berdamai dengan hempas gelombang dan deru angin: ah, nenek moyangku, seorang pelaut!

27 JulYang Berdiam Dalam Handphone

buat: pring dan malna

ada yang berdiam dalam handphone. dunia tanda tanda. menanda penanda petanda. dunia benda benda. bandwith modem pulsa fesbuk twitter google yahoo menyala sepanjang waktu. sepanjang waktu jagamu. ah, malna belum kuupload video itu. terlalu besar filenya.

27 JulSenja yang Kuyup, Senja yang Gugup

senja yang kuyup. rimis menjadi hujan melebat sebentar. senja yang gugup. miris menonton acara gosip di televisi. senja yang surup. nyaris angslup matahari ke kedalaman malam.

27 JulSajak Kanak (1-12)

SAJAK KANAK (1)

ini ibu, aku sayang ibu
ini ayah, aku sayang ayah
ini adik, aku sayang adik

ibu sayang aku, sayang ayahku, sayang adikku
ayah sayang aku, sayang ibuku, sayang adikku
adikku juga sayang aku, sayang ibuku, sayang ayahku

kami saling menyayangi, aku senang sekali

SAJAK KANAK (2)

aku suka berenang, bernyanyi dan menari
melukis juga aku suka, main boneka juga

…hari kamis, di sekolah aku belajar berenang
kalau bernyanyi dan menari setiap pagi

aduh, aku senang sekali sekolah
diantar ibu atau ayah setiap hari

SAJAK KANAK (3)

di rumah aku suka melukis, main boneka
main masak-masakan

…aku ingin jadi guru, seperti ayah, guru tk
nanti bisa menyanyi dan menari setiap hari

aku juga ingin punya rumah makan,
biar makan enak setiap hari

di temboknya aku gambar: bintang, bulan, matahari
cantik sekali

SAJAK KANAK (4)

adikku lucu sekali
giginya belum tumbuh semua

…aku suka dicium adikku itu
basah mukaku kena ludah adikku

adikku sayang sekali kepadaku
kalau bermain sekolah-sekolahan

adikku jadi murid aku jadi guru

SAJAK KANAK (5)

aku punya teman, dia nakal sekali
aku suka diganggu,

…tapi aku bilang ke temanku itu:
jangan suka mengganggu

dan dia sekarang jadi sahabatku

SAJAK KANAK (6)

ayahku tidak bisa melukis, tapi suka menulis
aku ingin bisa menulis, seperti ayahku

…aku sudah bisa membaca,
tapi belum bisa membaca banyak

aku sudah bisa menulis
tapi belum bisa banyak

sajak ini aku tulis, dibantu ayahku
senang sekali aku bisa menulisnya

SAJAK KANAK (7)

aku suka melukis
melukis ibu
melukis ayah
…melukis adik
melukis aku sendiri

lukisanku bagus kata ibu dan ayahku
sambil dicium kepalaku
SAJAK KANAK (8)

kata pak ustad tuhan sayang anak anak seperti aku dan teman temanku
tuhan yang baik sayangi juga ayah ibu dan adikku ya
o ya, sayangi pak ustad dan bu guru juga

SAJAK KANAK (9)

di sekolahku ada acara
kata bu guru hari kartini
aku didandani ibu pakai baju betawi
…senangnya aku jadi cantik sekali
aku bertanya pada ibu: kartini itu apa
ibuku bilang, kartini perempuan yang mulia sekali

SAJAK KANAK (10)

adik, gantian dong
mbak mau nonton upin ipin
adikku suka dora dan teletubies
aku suka upin ipin dan sponge bob
adikku bilang: po po po

Bali, 23 Juli 2010

SAJAK KANAK (11)

ayahku suka mendongeng setiap aku mau tidur sambil diusap usap punggungku dipijat kakiku. ayahku mendongeng kancil dan buaya. kancil yang kecil tapi pintar. buaya yang besar tapi bodoh.
buaya ingin makan kancil.
silakan, kata kancil tapi nanti kalau sudah menyeberang sungai.
kancil menunggang punggung buaya menyeberang sungai.

di atas punggung buaya,
kancil berpikir,
bagaimana cara lepas dari terkaman buaya

sampai di seberang sungai, kancil bilang pada buaya: tunggu sebentar ya.
kancil melompat, lari tak disangka. buaya ternganga tak menyangka.

aku bertanya: kenapa kancil berbohong. kenapa menipu buaya yang lugu?

SAJAK KANAK (12)

aku pingin sepeda baru
aku sudah besar, umurku sudah lima tahun sekarang
sepedaku yang lama rodanya tiga
biar untuk adik saja

ibu bilang nanti kalau tabungannya sudah penuh beli sepeda baru
setiap hari aku menabung di celengan babi yang lucu

celengan babi yang gendut dan lucu, kapan penuh, kapan beli sepeda baru?
aku rajin menabung setiap hari di celengan babiku yang gendut dan lucu.
di hari ulangtahunku, ayah membelikan sepeda baru untukku. dengan uang tabunganku.
sekarang aku sudah besar, enam tahun umurku.

27 JulUntuk Kanak-Kanakku

kanakkanakku,
doaku selalu
doa kami selalu
doamu selalu.

hari hari yang ingin diberi makna
semata bahagia
disyukuri bersama

Juli, 2010

27 JulLegian-Kuta Malam Hari

kuta. hujan tiba tiba. turis kuyup di pelataran pertokoan. mengapa trotoar tanpa atap? katamu suatu ketika. mungkin karena pejalan suka hujan dan sengat matahari. seperti aku yang mencari matahari di malam hari. tiada lagi dirimu di situ.

mengapa aku menjadi demikian asing. menziarahi kenangan. di kuta yang macet. dentum musik sepanjang jalan. hilir mudik turis. di mana engkau. di mana engkau. mengapa aku menjadi demikian asing. di sini

Juli, 2010

27 JulAku Datang, Bali

(1)
tabanan ombak putih putih menyeru pantai menyeru nyiur menyeru rerumputan menyeru pesawahan di subuh yang menetas menjelma pagi

(2)
jalan berkelok kelok. berkelokkelok jalan. naik turun naik turun naik. menanjak menikung menurun menikung. kehidupan. oi kehdupan. kubaca tanda di jalan raya.

(3)
hijau pesawahan. subak. hijau. subak. sawah. subak. mengalir air. subak. dari atas ke bawah. subak. mengalir adil. subak. hijau pesawahan.

(4)
denpasar. terik matahari. hidung mampet. penyair kehilangan kata kata yang sederhana. siang yang asing. menunggu kopi hitam. kendaraan tak menjemput juga. fesbuk tak pernah dipadamkan. jerit peluit tukang parkir. celoteh tak habis. aku ngantuk.

(5)
wangi bunga harum dupa. hantarkan doa doa. degung menggaung mencipta ruang renung. di panas udara. di silir angin. bergulung kenang. menyapa diriku

27 JulKetapang-Gilimanuk

ketapang dini hari. truk bus mobil mobil antre. orang orang tertidur. bermimpi. di dalam mimpinya mereka menulis puisi: ketapang dini hari. antre lama sekali. ketapang. kunang kunang cahaya di kejauhan. debur pelan ombak. o mimpi mimpi siapa dibangunkan. dinihari yang merayap. kapal kapal menyeberang. orang orang di dalam perut kapal. dan aku? menulis puisi di asin laut. di embun malam. yang menyeberang ke esok hari.

gilimanuk. bersandarlah kapal. mesin mesin mobil dinyalakan. asap bikin asma kumat. pengap.

27 JulTentang Mimpi Penyair yang Tak Mau Segera Tidur

: bersama pringadi & yayan triansyah

(1)
ah, engkau penyair. mengapa tak skegera tidur. terlelap. dan bermimpi menulis puisi. puisi yang kau tulis di dalam mimpi telah ditakwilkan dalam kitab primbon mimpi. berlapis mimpi seperti kue lapis yang manis legit dimakan saat kau lapar puisi

(2)
insomnia. amnesia. kau lupa mana kata yang harus kau ucapkan saat kau lupa untuk segera tidur karena lupa mana kata yang tepat untuk mengatakannya dan kini kau coba mengingat ingat insomnia atau amnesia. dan kau lupa untuk tidur segera.

(3)
ada yang membawa mimpinya ke dalam puisi yang ditulisnya di dalam mimpnya malam tadi. saat dia terbangun puisinya masih terus ingin bermimpi.

(4)
di dalam puisinya ia menata mimpi agar kata kata tersusun rapi diksi demi diksi yang serasi seperti puisi dalam mimpinya malam nanti

27 JulKita Berdua Saja Saling Membaca Tanda

kita berdua saja. saling membaca tanda. yang dibisikkan siapa. mungkin ada yang menyebutnya sebagai puisi. yang tersesat dalam pikiran kita. dan kita membacanya. berdua. entah milik siapa yang bernyawa.

27 JulDoamu Cintaku

doamu, cintaku,

doa yang dihembus nafas
sebagai cinta
yang tak henti dipanjatkan

mengetuk pintu sorga

27 JulApa yang Kau Pikirkan Katamu

apa yang kau pikirkan. katamu berulangkali. bertanya apa yang aku pikirkan. di kolom kolom isian. jeda yang meminta. sebuah tanda kita pernah ada. mencanda sepi. dengan tari jemari. menanda di dinding ini.

27 JulMenelusur Malam, Menembus Temaram

(1)
menelusur malam. cahaya lampu. jalan raya yang menjadi kenang. pada tanda tanda. yang tak henti melambai. dari lagu lagu yang diputar berulangkali. di dalam rekaman ingatan. mungkin bukan lirik yang sederhana. mungkin bukan sajak yang bersahaja. karena puisi memberi rahasianya sendiri. seperti….

(2)
jalan yang tak juga lengang. seperti dalam ingatan. penuh klakson dan deru. penuh rambu. tanda tanda yang harus kubaca. biar tak sesat diri. menafsir makna. menafsir marka. menafsir bahasa jalan raya.

(3)
malang pasuruan probolinggo situbondo banyuwangi pantai utara timur jawa membaca tanda dari titik ke berapa di panarukan kaki deandels dijejakkan sejarah yang hilir mudik dalam ingatan

(4)
menembus malam. dinihari yang temaram. di selasela sorot cahaya. kendaraan melaju ke mana. entah. ke dalam pikiran yang simpang siur. antara kenang dan kenang. menembus malam. menjelajah riwayat waktu.

27 JulBerpikir tentang Waktu

: ingatan kepada sutan iwan soekri munaf

1.

pikiran pikiran malam meruncing. menunjuk waktu yang bergegas lewat. dengus jam jam yang geram. ujar menit menit yang menjerit. kata detik detik yang berderik. hari gemerincing kabarkan pada malam pikiran pikiran yang meruncing

2.
yang mengembun adalah waktu. jam jam yang tak hendak terpejam. menit menit yang tak hendak pamit. detik detik yang tak hendak menitik. yang mengembun adalah waktu. waktu. waktu.

3.
mungkin waktu. yang berbukubuku. di diam jam. di kernyit menit. di titik detik. karena jam tak hendak terpejam. karena menit tak hendak menjerit. karena detik tak hendak menitik. berbuku buku waktu. detik menyusun huruf. menit menata kata. jam membangun paragraf. hari minggu bulan tahun memahat hidup waktu demi waktu. dalam buku. waktu.

14 JulUntuk Dimas Arika Mihardja

AKU TULIS DI DINDINGMU

buat:dimas arika mihardja

aku tulis dindingmu
dengan segala kenang yang berdentang

o, berdentang juga mimpi-mimpi kanak
yang menyerumu dengan parau:

beri aku puisi,
biar lelap tidur malamku!

Malang, 2010

SATU ANGSA DUA ANGSA DI DANAU PUISI

buat:dimas arika mihardja

seekor angsa
dua ekor angsa
berenang-renang
di danau puisimu

sedanau puisi
demikian bening
demikian hening

ditingkah kecipak riak
dihembus lembut angin

mari ke mari, bersama kita menatap senja
ke mana kita kan kembali.

Malang, 2010

MUNGKIN KAU INGAT
buat: dimas arika mihardja

mungkin kau ingat baris-baris puisi: yang kelak retak, namun kita menjadikannya abadi. ah, mungkin tak kuhapal baris baris yang sesungguhnya. seperti percakapan kita yang timbul tenggelam dalam kenangan. antara ingat dan lupa.

Malang, 2010

23 JunBerbaris Puisi Berbarisbaris

jaranan. jaranan. rancak tari. warna warni. jaranan. jaranan. o kenang. o kenang. warna warni. (8:51pm June 4th, 2010)
________________________________________
suara kanak kanak yang bening. cublek cublek suweng. nyanyian.dolanan. sebagai kenang. o kenang. (8:18pm June 4th, 2010)

hai puisi, berikan pelayanan terbaikmu. dengan senyum. tetaplah semangat! (8:08am June 3rd, 2010)
________________________________________
macet lagi. macet lagi. gara gara puisi. menari nari. di jalan jalan. di gang gang. puisi puisi menari nari. hingga esok hari. (7:03pm

puisi puisi sedang berpesta di jalan jalan memacetkan lalulintas. duh puisi mengapa aku tak boleh pergi (6:47pm June 2nd, 2010)
________________________________________
dah puisi. aku harus pergi. ke dalam mimpi. ke dalam diri. ke dalam sunyiku sendiri. dah puisi. besok kita jumpa lagi. jika aku rindu lagi. padamu puisi. (5:59pm June 2nd, 2010)
________________________________________
tanpa basa basi puisi masuk ke dalam otakku. dia berak seenaknya di benak hati. dasar puisi tak tahu diri! (5:53pm June 2nd, 2010)
________________________________________
eh puisi. tunggu. aku pipis dulu. di kamar mandi. (5:51pm June 2nd, 2010)
________________________________________
ayo puisi kita berkelahi lagi. seperti dulu. seperti dulu lagi. aku atau engkau yang menyerah nanti. (5:50pm June 2nd, 2010)
________________________________________
sekerling mata puisi. bikin hati terpikat mati. (5:48pm June 2nd, 2010)
________________________________________
telah aku tikam tepat di jantung puisi. tapi puisi tak pernah mau mati. bangkit berulangkali. menghantui aku lagi. duh gusti… (5:19pm June 2nd, 2010)
________________________________________
adakah yang lebih puisi dari nyeri merindu puisi. adakah yang lebih nyeri dari aku yang sendiri dimabuk puisi. (5:08pm June 2nd, 2010)
________________________________________
ah puisi menari. bersama gerimis. aku menari. kabarkan puisi tak pernah mati. walau kubunuh berulang kali. (4:01pm June 2nd, 2010)
________________________________________
gerimis itu seperti puisi yang menyapaku setiap hari. puisi tak henti henti menyapaku. seperti ini kali. melarut dalam segelas kopi. segelas mimpi. sore ini. ah, nyaman sekali. (3:55pm June 2nd, 2010)
________________________________________
pernah aku mabuk puisi. tapi kini tak lagi. karena puisi kuteguk sekali sekali jika ingin sekali. seperti kali ini. hai, apakah ini tanda aku mulai mabuk puisi lagi. (3:44pm June 2nd, 2010)
________________________________________
segelas puisi. kuaduk. pelan sekali. segelas puisi. kuhirup. perlahan sekali. segelas puisi tak habis habis kunikmati. sore ini. (3:38pm June 2nd, 2010)
________________________________________
minum kopi. menyendiri. di sudut sepi. enak sekali. seperti puisi. seperti puisi. iseng sendiri. (3:22pm June 2nd, 2010)

aku tulis: g.a.z.a. namun tak usai. karena perih begitu merih. karena aku manusia. engkau manusia. rasakan perih yang sama. pedih yang sama. dan kutuk? aku tak sanggup lagi mengucap kutuk. karena kutuk bukan milikku. bukan milikku. hanya doa lirih yang perih dan pedih. kepada tuhanku. penjawab segala keluh. sungguh aku letih…. (9:09am June 1st, 2010)

aku tulis puisi karena puisi ingin mengada lewat jemariku (9:20pm May 28th, 2010)
________________________________________
adakah puisi yang lebih puisi dari puisi yang puisi (11:36pm May 27th, 2010)

senja. matahari jingga. dan aku menyerupai bayang-bayang. di batas cakrawala. ada sepi menanti. di batas mimpi. ada sunyi menanti. di batas nyeri. siapa menanti. Kau-kah. tak henti menanti. dengan rindu seluas sunyi. (6:34pm May 24th, 2010)

puisi adalah sepi itu sendiri (5:12pm May 26th, 2010)

selamat senja. selamat senja. biarkan matahari kembali ke peraduan. biarkan malam merapat ke kegelapan. selamat senja. semburat jingga di langit jiwa! (5:24pm May 11th, 2010)

sedangkan engkau tersenyum saja setelah menumbangkan pohon pohon jutaan hektar hutan (10:33am April 29th, 2010)
________________________________________
dia menangis tersedu sedu saat terpeleset dan tanpa sengaja mencerabut rumput (9:44am April 29th, 2010)
________________________________________
kamu yakin bumi itu bulat? bukan benjol, lonjong, kotak, mendatar, cembung. kamu yakin ada manusia yang pernah mendarat di bulan? (4:34pm April 28th, 2010)
________________________________________
aku berpikir apakah tumbuhan kedelai itu berbahagia. dirawat disiram diberi pupul. tumbuh. hijau. berbiji banyak. aku berpikir kedelai-kedelai itu berbahagia. mungkin mereka tertawa saat membayangkan penggilingan di pabrik tahu dan tempe. (3:43pm April 28th, 2010)
________________________________________
aku berpikir apakah kambing-kambing itu berbahagia. bergerombol. memamah rumput hijau. diberi vitamin. apakah mereka bahagia. mungkin mereka pacaran. kawin. dan beranak pinak. apakah kambing-kambing itu berbahagia. mungkin mereka tertawa membayangkan tajam pisau yang akan menyembelih mereka. (3:10pm April 28th, 2010)
________________________________________
aku berpikir apakah ikan-ikan itu berbahagia. bergerombol. berenang kian kemari. warna warni. apakah mereka berbahagia. di kolam yang dingin. mungkin mereka pacaran. kawin. bertelur. dan banyak anak. apakah ikan-ikan itu berbahagia. mungkin mereka tertawa membayangkan penggorengan yang mendidih minyaknya. (2:53pm April 28th, 2010)
________________________________________
pernahkah engkau berpikir bahwa kita adalah sisyphus yang berbahagia? (2:20pm April 28th, 2010)
________________________________________
ketika kata kata itu berebut untuk dituliskan siapa yang dapat menghentikan? (9:32pm April 25th, 2010)

dia ingin bangun dari tidur di dalam mimpinya (1:44pm April 17th, 2010)

setelah rewel seharian. puding yang ayah bawakan tak mau dimakan. minta jalanjalan keliling perumahan jam 10 malam. akhirnya kau terlelap di pangkuan dalam dekapan. tidurlah arya, pangeran kecilku. dalam dekap cinta ayah bunda selalu. (10:37pm April 13th, 2010)
________________________________________
setelah rewel seharian. puding yang bawakan tak mau dimakan. minta jalanjalan keliling perumahan jam 10 malam. akhirnya kau terlelap di pangkuan dalam dekapan. tidurlah arya, pangeran kecilku. dalam dekap cinta ayah bunda selalu. (10:36pm April 13th, 2010)
________________________________________
arya, ayah bawakan puding kesukaan arya. jangan nangis lagi ya. (6:41pm April 13th, 2010)

bersabarlah nak, dengan ikhlas dan kerendahan hati…. (3:25pm March 24th, 2010)

kaulah langit maka aku bintangmu (2:40pm February 11th, 2010)

kaulah malam maka aku mimpimu (2:40pm February 11th, 2010)
________________________________________
kaulah laut maka aku perahumu (2:35pm February 11th, 2010)

terpejamlah malam dalam kelam dalam suram dalam geram hingga dendam redam terperam dalam hingga karam dalam palung rahasiamu yang terdalam (2:23pm January 26th, 2010)
________________________________________
paras teras keras pasar serat serak sarap retas (2:04pm January 26th, 2010)
________________________________________
ada dada dada ada dadaku kuda dada ada daku duka dada ada (2:00pm January 26th, 2010)
________________________________________
amat amat mata mata tamat mata mata amat (1:56pm January 26th, 2010)
________________________________________
pedas getas gegas cemas gemas remas kemas lemas (1:53pm January 26th, 2010)
________________________________________
debar benar getar senar gitar gelar memar tebar samar besar kamar tampar gambar camar gampar sampar (1:42pm January 26th, 2010)
________________________________________
malam muram malam suram malam maram malam malam pejam malam jeram malam malam lebam malam kelam malam kejam malam seram malam geram malam ketam malam malam sekam malam cekam malam peram malam rekam malam redam malam malam karam malam garam malam dawam malam malam waham malam malam kalam malam salam malam makam malam masam malam dalam malam (1:17pm January 26th, 2010)
________________________________________
jika engkau terjepit di leher botol, apa yang akan kau lakukan? aku akan menulis puisi, jawabmu. (1:04pm January 26th, 2010)

Segala mula segala akhir segala rindu segala cinta: KAU -lah segala tuju (12:36pm January 4th, 2010)

ada yang berangkat. di waktu senja. engkau. yang kulepas dengan doa doa. keikhlasan menuju: keabadian. cinta dan keadilan yang sejati…. (9:51am December 31st, 2009)
________________________________________
bayang-bayang waktu membayang di pelupuk matamu waktu yang menjelang tak pernah bisikkan kabar kapan kan datang setiap detik mungkin kau bertanya kapan kan tiba segala awal akhir waktu dirimu (8:39am December 30th, 2009)

ayo, kata-kata. menarilah. sekira kau bisa. sekian lama kata sembunyi. dalam goa. dieram sunyi duka. menarilah kata. menarilah. ini saatnya kau berkata. (2:10pm December 29th, 2009)
________________________________________
mungkin ingin kau pejamkan mata. sekejap saja. terlelap. tapi kau tak bisa. karena bisik-bisik itu semakin bising. menjadi hiruk pikuk. dan amuk. yang mungkin tak pernah kau kira segala menjadi buruk. dan terkutuk. (2:05pm December 29th, 2009)
________________________________________
ya, bapa. sungguh sulit bagi kami jika kau ternyata berdusta. sungguh sulit untuk kami terima. duh, kepada siapa lagi kami akan percaya. (1:51pm December 29th, 2009)
________________________________________
bakarlah buku kami. biar menjadi abu. tapi kau tahu. tak pernah bisa kau sembunyikan kebenaran itu. karena abu yang mendebu adalah mimpi burukmu yang menghantu. dirimu. dirimu. selalu. (1:37pm December 29th, 2009)
________________________________________
mungkin kau kira akan selamanya. tak. tahta nan fana. tahta tak baka. hanya sekejap mata. meski kau jaga dengan paksa. meski kau bentengi dengan tipu daya. sungguh. mungkin kau lupa. apa yang kau punya hanya sementara. hanya makna yang kami ingat sepanjang masa, dari hidupmu yang sementara. (1:31pm December 29th, 2009)
________________________________________
hujan. di akhir tahun. adakah membasuh luka-luka. di hati kami. yang bernanah. sekian lama tertikam senyum rayuanmu, paduka. (1:24pm December 29th, 2009)
________________________________________
Berani karena benar. Takut karena salah. Maju tak gentar membela yang benar. Jangan maju tak gentar membela yang ‘bayar’. (5:23pm December 7th, 2009)
________________________________________
aku berpikir, maka aku ada, pikir siapa suatu ketika. mungkin engkau, yang berpikir, engkau ada atau tiada. ada tiada. tiada ada. adakah ada. adakah engkau. adakah aku. tiada. (8:11am December 1st, 2009)
________________________________________
apa yang kau pikirkan, tanyamu. apa yang aku pikirkan? mestikah kutulis di dinding ini. kabarkan kepada dunia, apa yang aku pikirkan. mungkin kau tak perlu tahu. (5:13pm November 30th, 2009)

kawan, jika waktu terlanjur memanjakan kita, masihkah kau ingat teriakan kita, di jalan-jalan berdebu. di waktu lalu… (1:15pm October 5th, 2009)
________________________________________
mungkin dengan seremah harap akan membuatmu tetap hidup. bangkitlah! (5:50pm October 2nd, 2009)

apa yang ingin kau katakan dengan gemuruh tanah yang runtuh. apa yang ingin kau sampaikan dengan gemeretak tanah yang rengkah. (10:21am October 1st, 2009)
________________________________________
masihkah kau beri aku kesempatan untuk merengkuh seribu bulanmu? (3:12pm September 8th, 2009)
detik-detik meletih. menit-menit melunglai. jam-jam melungkrah. hari-hari penat. segeralah istirah! (5:39pm June 26th, 2009)
________________________________________
karena engkau puisi. biarlah berdiam di dalam hati. karena engkau mimpi. berdiamlah di dalam sunyi. karena engkau rindu. menantilah. terus menanti. hingga puisi dan mimpi menjadi. di dalam diri. yang sunyi. (3:55pm June 21st, 2009)
ketika mata terpejam, masihkah langit berwarna kelam? (7:38pm June 2nd, 2009)
________________________________________
biarlah semua lebur dalam kehendak-Mu. kehendakmu jadi maka jadilah. karena pada-Mu bermuara hidupku… (6:05pm June 2nd, 2009)

kesabaran itu, sayang, seperti kita menunggu benih yang disemai kan terus tumbuh. bersabarlah. dan jangan lupa berdoa… (5:40pm May 27th, 2009)
________________________________________
masihkah kau ingin menulis puisi tentang langit senja dan hujan? juga sunyi yang mendera dalam keriuhan yang hiruk pikuk. masihkah kau ingin menulis puisi tentang….. (4:39pm May 27th, 2009)

23 Juncahaya matahari demikian menyengat

cahaya matahari demikian menyengat, tapi mengapa menjadi gigil di dalam diri. sebagai debar sebagai debur sebagai gelombang berbuncah liar. menemu hampa. menemu asing. cuma…

23 JunMALANG PASAR MALAM

ada yang menari. kanak kanakku. di keriuhan pasar malam. sepanjang jalan. kloneng delman. nyala oncor. wayang kulit. gelembung sabun. balon warna warni. kembali kita kembali. ke dalam kenang.

Malang, 2010-05-21

23 JunAgar Kau Catat

buat: wilu ningrat

aku tulis sajak ini, saat hujan menyapa tak henti, karena tanda baca datang dan pergi. mungkin puisi harus dipahat di dinding dinding kenang. agar kau catat. kau ingat. pernah ada sahabat memahat dindingmu. dengan puisi. demikian khidmat.

Malang, 2010

23 JunTerjemah Mimpi

buat: sahid

terjemahkan mimpi mimpi puisimu dengan kata. yang berdasar dalam dada. karena kata kembali pada asalnya. kembali ke mula. kata. di dalam dada.

Malang, 2010

23 JunSebuah Tembikar

Buat: adhy rical

sebuah tembikar dari tanah liat yang likat. ditoreh kata. tentang asal mula kata: cinta…

Malang, 2010

23 JunDi Degup Jantung

Buat: Loektamadji Arif Poerwaka

di degup jantung mengalirlah puisi sebagai darah sebagai cinta yang menyeru nama: wahai sang maha pengasih dan penyayang. dan engkau berserah dengan penuh syukur, alhamdulillah….

Malang, 2010

23 JunKau Ingat Tarian Bulan

buat: doddy moyank

kau ingat tarian bulan. mungkin di lautan. mungkin di senda gelombang. yang mengaramkan sajak. ke dasar. palung terdalam. hingga segala kenang karam. di dalam kelam.

Malang, 2010

23 JunKota Yang Mengasingkan

buat: Deni Mizhar

ah, mengapa kota-kota selalu mengasingkan kanak. dari kenang padi-padi. dari kenang layang-layang. dari kenang bening kali. dari segala kenang. o, kanak mari memahat dinding-dinding kota. catatkan namamu. di bawah sajak tentang mimpimu tadi. kenangmu tadi. agar kuingat kau, o kanak yang terasing. dota yang hilang. dari kenang. dari bayang.
Malang, 2010

23 JunAssalamu Alaikum

Buat: Ramli Abdul Rahim

assalamu alaikum. doa yang diucapkan. keselamatan bagimu. warrahmatullahi. serta rahmat allah. wabarrokatuhu. dan barokah untukmu. karena dari rahim maka kita bersilaturahim. mengikat diri. pada kasih sayang. cinta tuhan. yang maha
Malang, 2010

23 JunDoa

Doa
beri kami kesabaran menghadapi segala coba. beri kami kekuatan untuk menghadapinya. beri kami kesehatan senantiasa…

23 JunTerima Kasih

Terima Kasih
terima kasih. doa yang diaminkan. telah sampai padamu. terima kasih untukmu, wahai sang penepat janji….

23 JunSebelum Berangkat


bismillah. dengan menyebut namamu. yang yang maha pengasih dan penyayang. aku bertawakal. tiada daya upaya selain atas ijinmu. kutapakkan langkah mencari nafkah yang berkah. rizki yang halal. bismillah…

Malang, 2010

23 JunRambut Memutih

rambut memutih. cahaya sorga. tatap pada bening cermin. mata kanak kanakmu. telusur jejak. peta. gurat tangan. takdir atau kehendak bebas. sebagai gulir airmata. duka atau bahagia. siapa punya. gaduh atau sunyi. siapa pinta. menjejak pada awal mula. kembali pada awal mula. berulang ulang mengulang ulang. mengaji diri. mengaji ngaji. memutih rambut. cahaya sorga. diukur langkah. berapa waktu. berapa jarak. sampai di awal mula kata.

23 JunSketsa Suasana

(1)
seekor tupai. melompat dari pohon ke pohon. selihai apa selincah apa sepandai apa. pernah jatuh juga. seekor tupai bermandi cahaya. meloncat dari pohon ke pohon. menemu apa. mungkin menemu bahagia.

(2)
kau tahu makna bahagia? adalah detik demi detik dimana kau mau mensyukurinya

(3)
kicau burung. sisa basah hujan. segar udara pagi.secangkir kopi. ah, apalagi yang akan diingkari untuk terus mensyukuri.

(4)
seekor rusa di atas meja. bermandi cahaya. seekor rusa di atas meja. siapa punya puisi milik siapa. di atas meja seekor rusa mematung saja. menunggu kata menyapanya.

(5)
seekor kupu kupu. dua peri bidadari. melayang terbang. di kerdip cahaya di kerlip cahaya.

(6)
yang menari adalah kata. kata yang bersayap. dan mengepakngepak di dalam mimpi puisimu malam ini. yang menari adalah engkau. hurufhuruf yang berhamburan sebagai burung burung jiwa.

(7)
di puncak gapura. seekor burung ucapkan selamat malam. kemana mimpimu kan dihantarkan? sejuta sunyi menemu surganya sendiri di jalan jalan ini

(8)
yang berkedip adalah mimpi. secercah cahaya. bintang yang jauh. di kelam langit. mungkin sebuah harap. yang tak sempat engkau sampaikan….

(9)
hanya gerimis. menyiram pepohonan. rerumputan. hanya gerimis. hujan perlahan. seperti impian. seperti gumaman: inikah damai yang didambakan? demikian harmoni. demikian sunyi. masuk ke dalam relung sukma sendiri.

nusa dua bali, 23 – 24 april 2010

23 JunUntuk Arya Mada Hastasurya

1.

di matamu kanak, aku berenang menelusuri riwayat leluhur: raden wijaya. tribuwana tungga dewiarya damar dan gajah mada. brawijaya.

2.

di balik jendela kan kau temukan dunia. beraneka

(3)

8 matahari berputar. dunia berputar. hidup berputar. bersabarlah. beranilah. menghadapi hidup. yang mungkin tak ramah. telengas. kepadamu. bersabarlah. berbahagialah. dengan cinta. dengan kasih sayang. seperti kutemu di bening matamu. anakku.

23 Junapa yang harus aku kabarkan padamu

apa yang harus aku kabarkan padamu? mungkin tentang lumpur yang melumur di genting dan tembok rumah kami. atau bau gas yang menyengat. dan setiap saat akan meledak dalam rasa khawatir kami. bolehlah kami meminta harga atas sejengkal dua jengkal harapan yang ditanggalkan. semeter dua meter dari tanah yang kau minta untuk menegakkan suarmu. karena engkau hanya dapat menatap kasihan. sedang kenangan? tinggal rumah-rumah kosong yang ditinggalkan. sebagai sepi. menunggu apa yang akan terjadi. mungkin nyeri. mungkin nisbi. mungkin mimpi.

23 Jundi Reruntuhan Keraton

buat: qizink la aziva

di reruntuhan keraton, siapa yang menatah bebatuan, selain jejemari yang tak habis-habis mendaraskan kenangan pada nisan makam-makam yang ramai. dan ratu yang kau tunggu di mana ia, saat engkau demikian lelah. kemana ratu. kemana pangeran. kemana sultan. hanya angin dari karangantu yang sibuk menggerutu. memukul gedung-gedung. memukul lampu-lampu. sepanjang pantai, yang bukan milikmu lagi. bukan milikmu lagi. siapa yang mengeja sajak di situ, dalam sayat parau debus. dalam magrib yang kehilangan ngajinya. dalam keramaian mall mall dan macet jalan raya sepanjang serang-cilegon-anyer-carita di hari liburan tiba.

dan engkau masih menunggu? ratu dari reruntuhan keraton itu.

malang, 16 Juni 2010

23 JunRumah Rumah di Atas Gunung

buat; onoy dan njibs

rumah rumah di atas gunung rumah rumah yang dihuni kata kata rumah rumah yang menyapa kabut menyapa angin menyapa sengat matahari menyapa sepimu mungkin juga sepiku sebagai sebuah sajak yang membayangkan dirinya dieja dalam rindu yang menyeru dalam cinta yang menyala dalam kenang yang berdentang dalam seru yang melagu dalam harap yang kerap dalam doa yang terbuka terima sapa
Ku

malang, 16 juni 2010

23 Junlalu engkau menyusun kata khianat

lalu engkau menyusun kata dalam kalimat debat yang hebat pat gulipat tipu muslihat dalam rapat rapat menjerat rakyat menjerat taklimat hingga hanya engkau yang dialamat. ah, engkau siapa tak tahu tipu muslihat menjerat minat? mata hakikat memandangmu demikian lekat. tak kau dengarkah walau lamat ada yang menyeru: tamat. skak mat!

malang, 16 juni 2010

23 JunCandu Kata Kata

buat: ganz

adalah candu yang lebih candu: kata. yang berbahaya bagi para penguasa yang bebal dan suka aniaya. adalah kata yang lebih candu dari candu yang menelusup ke dalam jiwa jiwa yang merana dihina tiada habisnya. kata.

23 JunAda yang Kuingat dari Segelas Kopi

ada yang kuingat dari segelas kopi. angan yang diaduk dalam kenang dan keluh tak habis habis. seperti kopi yang kuaduk dalam gigil mendung cuaca dingin. angan dan angin menderu ingin. seperti sore ini. kuaduk puisi dalam segelas kopi. hitam sekali.

malang, 16 juni 2010