Archive for the 'Renungan' Category

Last updated by at .

13 AprPuisi dan Pemasaran

Puisi dan pemasaran, dua hal yang seringkali saya gabungkan dalam blog-blog saya. Dua hal ini merupakan hal yang menarik bagi saya, dan tidak dapat dipisahkan dari tulisan-tulisan saya. Ada puisi ada pemasaran. Maka tak heran, jika blog-blog saya akan penuh dengan puisi dan artikel-artikel pemasaran.

Saaat saya menulis artikel pemasaran berjudul Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen, saya tergelitik untuk menulis puisi tentang Konsumen Cerdas. Tapi ide untuk meneruskan menulis puisi tentang “Konsumen Cerdas” ini terhenti begitu saja. Saya pernah menulis puisi tentang matematika, fisika, kimia, mungkin perlu juga meniatkan untuk menulis dengan serius puisi dengan topik pemasaran. :)

 

24 NovSATU JUNI, MENGHITUNG LIMA JEMARI

ini bulan juni, dan hujanpun tak datang lagi
aku membaca hujan dari buku-buku yang terbuka tak sengaja

ini bulan juni, tak ada hujan yang tersesat di sini
aku membaca hujan dari mata yang tak kuasa menahan tangis

mari kita berhitung jumlah jemari: satu, dua, tiga, empat, lima tangan kanan. satu, dua, tiga, empat, lima tangan kiri

pada hitungan kelima, hujan tak datang juga, mungkin karena ini bulan juni

bayangkan hujan di bulan juni, bayangkan, serupa luruh bulu-bulu sayap jatayu dari sejarah masalalu

dan kita berhitung satu sampai lima, sambil terus terbata-bata mengeja makna

ada yang bernyanyi tetang hujan, di saat terik matahari, sebagai kidung. mungkin mengundang hujan, walau gerimis

ada pecinta hujan, ada penikmat hujan, ada perindu hujan, tapi tetap hujan tak datang. di awal bulan juni

“mari bermain lumpur saja,” kata sebuah suara. lumpur yang menyimpan airmata. menyemburkan murka bumi yang terluka

tak ada hujan, lumpur pun jadi.

“ayo kita berenang di lumpur!” tak ada hujan di bulan juni. hanya lumpur yang menjadi-jadi dari airmata luka bumi.

mari kita berhitung kembali: satu, dua, tiga, empat, lima! hopla!

24 NovDoa Sunyi

Jari jemari cahaya ingin merangkummu, hingga kesedihanmu
melinangkan airmata cahaya, ke mula cahaya

Doa doa sunyi lebih ramai mengetuk pintu langit, tak kah terdengar?

Karena rindu, menderukan doa sebagai pinta atas cinta, karena perindu tahu yang dirindu juga merindu balas cintanya

24 NovAku Menulis Berulang-Ulang

aku ingin menulis puisi dengan mengosongkan isi kepalaku yang penuh dengan keluh

aku harus menulis kata berulang-ulang

 

agar aku ingat apa yang aku katakan, aku harus menulis kata berulang-ulang

berulang-ulang aku harus tuliskan, kata yang harus aku ingat

 

kemana kau akan pergi penyair? di sana tak ada pintu

kemana kau akan pergi penyair? di sana tak ada jalan

 

kemana kau akan pergi?

aku bukan penyair, tak butuh pintu dan jalan

 

terang demikian siang, benderang demikian terik, bermimpi apa?

siapa yang berteriak itu: langit bolong

 

ujarnya:

mari kita belajar lagi, menghayati luka kata, berdarah di setiap hurufnya

 

tak kau rasa nyerikah dihunjam kata, tak kau rasa perihkah

dirajam kata, tak kau rasakankah derita kata merindu puisi mengada?

Tags:

24 NovAku Mengenangmu Sebagai Doa

:munir

aku mengenangmu: kebaikan yang tumbuh di ladang-ladang persemaian. akan terus bertumbuhan, kebaikanmu.

di alun-alun itu, komedi putar yang diam, tugu apel yang dingin, meminta puisi untuk mengenangnya

jemari menera nama-nama di batu. akan lenyap. selain yang bersemayam di hati. tulus ikhlas

semangat dan kebaikan, kenangan yang tak pernah padam dalam ingatan, mengigatmu

ya, karena kebenaran harus tetap diperjuangkan, kita akan terus melawan kesewenangan

 

 

06 Novaku belajar kepadamu

aku masih juga tertatih, belajar berjalan di jalan cintamu. penempuhan demi penempuhan, terjal berliku, menujumu

aku belajar kepadamu: cinta yang penuh keteguhan, keikhlasan untuk mencinta, sepenuh cinta

Tags: