Pelajaran Berdusta

Karena dusta teramat indah, maka kita selalu diam diam belajar dari politisi di televisi yang berdebat setiap hari Selamat tidur, dan kau diam diam menyimpan secuplik cahaya rembulan, agar mimpi tak terlalu pekat dicekam Selamat tidur, dan diam diam kau Continue reading Pelajaran Berdusta

Aku Menulis Berulang-Ulang

aku ingin menulis puisi dengan mengosongkan isi kepalaku yang penuh dengan keluh aku harus menulis kata berulang-ulang   agar aku ingat apa yang aku katakan, aku harus menulis kata berulang-ulang berulang-ulang aku harus tuliskan, kata yang harus aku ingat   kemana kau akan pergi Continue reading Aku Menulis Berulang-Ulang

Aku Mengenangmu Sebagai Doa

:munir aku mengenangmu: kebaikan yang tumbuh di ladang-ladang persemaian. akan terus bertumbuhan, kebaikanmu. di alun-alun itu, komedi putar yang diam, tugu apel yang dingin, meminta puisi untuk mengenangnya jemari menera nama-nama di batu. akan lenyap. selain yang bersemayam di hati. tulus ikhlas Continue reading Aku Mengenangmu Sebagai Doa

Puisi

Puisi   PUISI PUISI PUISI PUISI PUISI PUISI PUISI PUISI PUISI NANANG SURYADI @PENYAIRCYBER MEMO PADA SUATU KETIKA tiba-tiba kau datang mengirim pesan: datanglah, saat senja. aku menunggumu, dengan segala impianmu tentang diriku. kau pernah berpikir bahwa aku bersayap? ya, Continue reading Puisi

Download File Ebook Puisi Nanang Suryadi

Silakan rekan-rekan yang ingin membaca  karya-karya puisiku dalam bentuk e-book format pdf. Klik link berikut: antologi puisi bertujuh TelahDialamatkanPadamu kumpulan sajak nanangs 2010-2011 KENANGAN YANG MEMBURU Biar! Kumpulan Puisi Nanang Suryadi Yang Merindu Selamat membaca!

Sajak-Sajak Nanang Suryadi 2011

KUCARI ENGKAU, TAPI KATAMU KAU CARI DULU DIRIMU SENDIRI kota demi kota menyimpan jejak kakiku, kenangan demi kenangan menera peta dalam sajakku, tapi dimana diriku sendiri? dari ceruk ke ceruk, dari palung ke palung, kucaricari rahasia diri, dimana sembunyi jawab Continue reading Sajak-Sajak Nanang Suryadi 2011

Sajak-sajak Nanang Suryadi 2010

BURUNG-BURUNG BERNYANYI DI PAGI HARI setiap pagi burung burung mampir di halaman rumahku. bernyanyi bersama pagi. bersama matahari ? apa kabar kataku, pada nyanyiannya yang riang. mereka mematuk remah-remah dan berdendang. di coklat tanah. di halaman rumah aku ingat arcana Continue reading Sajak-sajak Nanang Suryadi 2010

Sajak Kanak (15)

bu guru bercerita, memikat sekali cerita si kancil yang pintar banyak akal tapi si kancil suka nakal mencuri mentimun pak tani pak tani yang miskin menanam mentimun dipelihara setiap hari aku kesal kepada kancil tidak kasihan kepada pak tani kata Continue reading Sajak Kanak (15)

Demikianlah Sunyi

Buat : TS Pinang dihembus sunyi bersama nafasmu, o pejalan sendiri. menembangkan suluk kerinduan pesisir pada hamparan sawah-sawah: bulir-bulir padi yang penuh padat merunduk tunduk. kusampaikan salam hangat angin garam dari lautan. seasin airmata. seasin airmata. dihembus sunyi bersama nafasmu, Continue reading Demikianlah Sunyi

Engkaukah

Engkaukah yang suatu ketika mengajakku. Terbang ke langit. Hingga daging menjerit. Karena ia mencintai dunia. Walau fana. Engkaukah yang suatu ketika mengajakku. Telusuri lorong waktu. Ruang tak terhingga batasnya. Hingga daging tersayat. Melepuh di pucuk api. Engkaukah yang suatu ketika Continue reading Engkaukah

INGATAN DARI MASA LALU

Aku pernah mencintaimu. Kau tahu. Aku pernah sungguh merindu dirimu. Kau tahu. Di baris sajak. mengekal dongeng airmata. Derita dan bahagia. Sebagai peta yang kuberi tanda. Di mana aku berada. Dalam kerling matamu. Di baris alismu. Di lengkung senyummu. Sepenuh Continue reading INGATAN DARI MASA LALU

KESABARAN WAKTU MENUNGGU

:nc waktu. disusun detik demi detik keyakinan. di puing silam. hingga tak ada kesangsian membusur. memanah luka yang sama. waktu. ditata bata demi bata harap. di porak lalu. hingga utuh jadi. menatap atap memayungi. bahagia mimpi.  

NARASI MAWAR

serindu-rindu mawar menanti harumnya menebar tebar menunggu tunggu kabar tersampai. “sioux, kutunggu beritamu.” serindu-rindu mawar ingin dikalung cinta pada leher menutup dada bidang dagu biru. “sioux, acung kapak dengan berani” serindu-rindu mawar ingin terbang menemu yang dirindu. menemu tatapmu “sioux, Continue reading NARASI MAWAR

Memasuki Kota Menhir

memasuki kota menhir, sayatan pahat pada batu-batu, aroma purba arus mimpi mengundangku datang menemu wajahmu kota tua seperti kutemukan wajahku di situ tubuh yang disalibkan di pancang batu telah tersesat domba-domba beterjunan ke lumpur hitam hingga mengembik di sekarat legam Continue reading Memasuki Kota Menhir

SEBAGAI NYERI DALAM DADA

senyeri dalam dadaku kekasih engkau adalah tikaman hunjaman sayatan ke dalam dadaku yang tak henti dengan segala tatap yang memporakan segala rahasia hidupku kekasih yang kau asingkan ke dunia demikian asing dan penuh goda hingga terasa sia-sia segala usia di Continue reading SEBAGAI NYERI DALAM DADA

SEBAGAI ORANG YANG MENZALIMI DIRI SENDIRI

sebagai adam yang terusir dari negeri jauh itu akupun menangis dan memohon ampun atas penzaliman diri sendiri sebagai nuh yang menangis mendoa di hujan deras meminta ampunan bagi kanaknya yang durhaka sebagai yunus yang lari dari kaumnya di perut ikan Continue reading SEBAGAI ORANG YANG MENZALIMI DIRI SENDIRI

ADALAH KANAK-KANAKMU

Kanak-kanak berlarian ke ujung cakrawala. Adalah kanak-kanakmu yang memburu harap. Dengan mimpinya yang tumbuh dari dalam kepala. Bersulur-sulur ingin gapai pelangi, bintang, rembulan, matahari dan biru langit. Adalah kanak- kanak yang berlarian telanjang kaki dengan keperihan dalam dada. Menyeru nama Continue reading ADALAH KANAK-KANAKMU

MANUSIA MANUSIA TANPA KEPALA

manusia manusia tanpa kepala berloncatan dari televisi yang penuh tahyul dan dongeng iklan manusia berkulit putih mulus setelah 3 minggu berlulur krim hingga tak dapat dibedakan mimpi dan nyata manusia tak berkepala menyorongkan horor tak menakutkan dari dunia setan arwah Continue reading MANUSIA MANUSIA TANPA KEPALA

DONGENG HANTU DI KOTA SAJAK

Buat: penyair w hantu telah meledakan mimpi kota kota di malam malam panjang mengerikan sebagai teror yang dicipta dalam koran dan televisi dan film holywood di mana tak ada rambo atau james bond yang mampu mencegahnya karena kesumat telah menjadi Continue reading DONGENG HANTU DI KOTA SAJAK

BUSH MENGHITUNG HARI SADDAM

buat: ben abel Dihitung hari-hari Saddam, sebagai tetes minyak di tengah gurun, di cemas kabar. Bush menandai hari, mungkin di sela salju dan gemerincing bel. Hari-hari yang mengkhawatirkan Kuterima suratmu, dari negeri jauh, menerbang di antara putih salju: mungkin akhir Continue reading BUSH MENGHITUNG HARI SADDAM

DI BAWAH SINAR LAMPU MERKURI

: bersama ompie, dodo, tulus dan irman Di bawah sinar lampu merkuri, Jakarta yang membuat usia sia-sia di jalanan macet, dicekam ketakutan kapak merah, di tatap kanak yang menyergap kita dengan ucap memelas: oom, saya belum makan oom. Tapi yang Continue reading DI BAWAH SINAR LAMPU MERKURI

IA YANG MEMBAYANGKAN DIRINYA YANG MISKIN

ia membayangkan bagaimana seseorang itu duduk di sebuah museum dan menulis tentang orang-orang miskin di sekelilingnya seperti ia yang miskin dan harus dipinjami uang terus menerus oleh sahabatnya yang ingin agar buku itu selesai dan ia terus membayangkan tentang rumahnya Continue reading IA YANG MEMBAYANGKAN DIRINYA YANG MISKIN

BERULANG KALI AKU TERSESAT DI JALAN DAN GANGMU, JAKARTA!

jakarta tak menyambutku dengan ucapan selamat datang, selain dengan hardikan preman di 100 m dekat terminal pulogadung. mungkin aku teramat lugu, hingga diseretnya aku dan dimintanya membayar bedak yang dicoretkan di mukaku. bangsat! kemarahanku meledak (mungkin tak pernah kau bayangkan Continue reading BERULANG KALI AKU TERSESAT DI JALAN DAN GANGMU, JAKARTA!