Dongeng Kupu-Kupu yang Terperangkap Senja

seekor kupu-kupu terperangkap di perangkap senja, bunga menangisi sayapnya yang cantik, mengepak-ngepak memuji matahari   berayun-ayun angan dari bunga ke bunga, dari daun ke daun, mengepak mengitari taman, sebagai seorang yang mimpi kupu-kupu   mari kemari, katanya menari, jemarinya adalah Continue reading Dongeng Kupu-Kupu yang Terperangkap Senja

Aku Menulis Berulang-Ulang

aku ingin menulis puisi dengan mengosongkan isi kepalaku yang penuh dengan keluh aku harus menulis kata berulang-ulang   agar aku ingat apa yang aku katakan, aku harus menulis kata berulang-ulang berulang-ulang aku harus tuliskan, kata yang harus aku ingat   kemana kau akan pergi Continue reading Aku Menulis Berulang-Ulang

Puisi

Puisi   PUISI PUISI PUISI PUISI PUISI PUISI PUISI PUISI PUISI NANANG SURYADI @PENYAIRCYBER MEMO PADA SUATU KETIKA tiba-tiba kau datang mengirim pesan: datanglah, saat senja. aku menunggumu, dengan segala impianmu tentang diriku. kau pernah berpikir bahwa aku bersayap? ya, Continue reading Puisi

Kumpulan Puisi Pamflet

STOP PRESS, 1998 “untuk hidup mengapa begitu rumitnya?” televisi menyala: rupiah terpuruk jatuh harga membumbung tinggi banyak orang hilang tak tentu rimbanya 12 Mei 1998 mahasiswa mati tertembak siapa? 13-14 Mei 1998 kota-kota terbakar kerusuhan perkosaan, teror! 21 Mei 1998: Continue reading Kumpulan Puisi Pamflet

Download File Ebook Puisi Nanang Suryadi

Silakan rekan-rekan yang ingin membaca  karya-karya puisiku dalam bentuk e-book format pdf. Klik link berikut: antologi puisi bertujuh TelahDialamatkanPadamu kumpulan sajak nanangs 2010-2011 KENANGAN YANG MEMBURU Biar! Kumpulan Puisi Nanang Suryadi Yang Merindu Selamat membaca!

Sajak-Sajak Nanang Suryadi 2011

KUCARI ENGKAU, TAPI KATAMU KAU CARI DULU DIRIMU SENDIRI kota demi kota menyimpan jejak kakiku, kenangan demi kenangan menera peta dalam sajakku, tapi dimana diriku sendiri? dari ceruk ke ceruk, dari palung ke palung, kucaricari rahasia diri, dimana sembunyi jawab Continue reading Sajak-Sajak Nanang Suryadi 2011

Sajak-sajak Nanang Suryadi 2010

BURUNG-BURUNG BERNYANYI DI PAGI HARI setiap pagi burung burung mampir di halaman rumahku. bernyanyi bersama pagi. bersama matahari ? apa kabar kataku, pada nyanyiannya yang riang. mereka mematuk remah-remah dan berdendang. di coklat tanah. di halaman rumah aku ingat arcana Continue reading Sajak-sajak Nanang Suryadi 2010

Sajak Kanak (15)

bu guru bercerita, memikat sekali cerita si kancil yang pintar banyak akal tapi si kancil suka nakal mencuri mentimun pak tani pak tani yang miskin menanam mentimun dipelihara setiap hari aku kesal kepada kancil tidak kasihan kepada pak tani kata Continue reading Sajak Kanak (15)

Engkaukah

Engkaukah yang suatu ketika mengajakku. Terbang ke langit. Hingga daging menjerit. Karena ia mencintai dunia. Walau fana. Engkaukah yang suatu ketika mengajakku. Telusuri lorong waktu. Ruang tak terhingga batasnya. Hingga daging tersayat. Melepuh di pucuk api. Engkaukah yang suatu ketika Continue reading Engkaukah

KESABARAN WAKTU MENUNGGU

:nc waktu. disusun detik demi detik keyakinan. di puing silam. hingga tak ada kesangsian membusur. memanah luka yang sama. waktu. ditata bata demi bata harap. di porak lalu. hingga utuh jadi. menatap atap memayungi. bahagia mimpi.  

NARASI MAWAR

serindu-rindu mawar menanti harumnya menebar tebar menunggu tunggu kabar tersampai. “sioux, kutunggu beritamu.” serindu-rindu mawar ingin dikalung cinta pada leher menutup dada bidang dagu biru. “sioux, acung kapak dengan berani” serindu-rindu mawar ingin terbang menemu yang dirindu. menemu tatapmu “sioux, Continue reading NARASI MAWAR

ORANG-ORANG YANG MENYIMPAN API DALAM KEPALANYA

Oleh: Nanang Suryadi Dia, seorang anak muda yang tak mau disebut namanya, mencoba mempertanyakan hal-hal yang selama ini telah mapan, mungkin dapat disebut juga sebagai orang yang antikemapanan. Adakah telah merasuk dalam benak kepalanya apa yang disebut orang sebagai dekunstruksi Continue reading ORANG-ORANG YANG MENYIMPAN API DALAM KEPALANYA

Memasuki Kota Menhir

memasuki kota menhir, sayatan pahat pada batu-batu, aroma purba arus mimpi mengundangku datang menemu wajahmu kota tua seperti kutemukan wajahku di situ tubuh yang disalibkan di pancang batu telah tersesat domba-domba beterjunan ke lumpur hitam hingga mengembik di sekarat legam Continue reading Memasuki Kota Menhir

SEBAGAI NYERI DALAM DADA

senyeri dalam dadaku kekasih engkau adalah tikaman hunjaman sayatan ke dalam dadaku yang tak henti dengan segala tatap yang memporakan segala rahasia hidupku kekasih yang kau asingkan ke dunia demikian asing dan penuh goda hingga terasa sia-sia segala usia di Continue reading SEBAGAI NYERI DALAM DADA

SEBAGAI ORANG YANG MENZALIMI DIRI SENDIRI

sebagai adam yang terusir dari negeri jauh itu akupun menangis dan memohon ampun atas penzaliman diri sendiri sebagai nuh yang menangis mendoa di hujan deras meminta ampunan bagi kanaknya yang durhaka sebagai yunus yang lari dari kaumnya di perut ikan Continue reading SEBAGAI ORANG YANG MENZALIMI DIRI SENDIRI

ADALAH KANAK-KANAKMU

Kanak-kanak berlarian ke ujung cakrawala. Adalah kanak-kanakmu yang memburu harap. Dengan mimpinya yang tumbuh dari dalam kepala. Bersulur-sulur ingin gapai pelangi, bintang, rembulan, matahari dan biru langit. Adalah kanak- kanak yang berlarian telanjang kaki dengan keperihan dalam dada. Menyeru nama Continue reading ADALAH KANAK-KANAKMU

DONGENG HANTU DI KOTA SAJAK

Buat: penyair w hantu telah meledakan mimpi kota kota di malam malam panjang mengerikan sebagai teror yang dicipta dalam koran dan televisi dan film holywood di mana tak ada rambo atau james bond yang mampu mencegahnya karena kesumat telah menjadi Continue reading DONGENG HANTU DI KOTA SAJAK

BUSH MENGHITUNG HARI SADDAM

buat: ben abel Dihitung hari-hari Saddam, sebagai tetes minyak di tengah gurun, di cemas kabar. Bush menandai hari, mungkin di sela salju dan gemerincing bel. Hari-hari yang mengkhawatirkan Kuterima suratmu, dari negeri jauh, menerbang di antara putih salju: mungkin akhir Continue reading BUSH MENGHITUNG HARI SADDAM

DI BAWAH SINAR LAMPU MERKURI

: bersama ompie, dodo, tulus dan irman Di bawah sinar lampu merkuri, Jakarta yang membuat usia sia-sia di jalanan macet, dicekam ketakutan kapak merah, di tatap kanak yang menyergap kita dengan ucap memelas: oom, saya belum makan oom. Tapi yang Continue reading DI BAWAH SINAR LAMPU MERKURI

IA YANG MEMBAYANGKAN DIRINYA YANG MISKIN

ia membayangkan bagaimana seseorang itu duduk di sebuah museum dan menulis tentang orang-orang miskin di sekelilingnya seperti ia yang miskin dan harus dipinjami uang terus menerus oleh sahabatnya yang ingin agar buku itu selesai dan ia terus membayangkan tentang rumahnya Continue reading IA YANG MEMBAYANGKAN DIRINYA YANG MISKIN

BERULANG KALI AKU TERSESAT DI JALAN DAN GANGMU, JAKARTA!

jakarta tak menyambutku dengan ucapan selamat datang, selain dengan hardikan preman di 100 m dekat terminal pulogadung. mungkin aku teramat lugu, hingga diseretnya aku dan dimintanya membayar bedak yang dicoretkan di mukaku. bangsat! kemarahanku meledak (mungkin tak pernah kau bayangkan Continue reading BERULANG KALI AKU TERSESAT DI JALAN DAN GANGMU, JAKARTA!