Archive for the 'kabar' Category

Last updated by at .

25 MarKata-kata Kunci Puisi di Halaman Satu Google

Kata-kata kunci yang berkaitan dengan puisi di mesin pencari google sangat banyak. Para admin blog atau situs yang memuat puisi harus jeli memilih kata-kata kunci yang relevan dengan pencarian. Beberapa kata-kata kunci yang populer antara lain:

Puisi

Puisi Cinta

Puisi Sunyi

Puisi Rindu

Puisi Mutakhir

Puisi Kontemporer

Puisi Terkini

Puisi Terbaik

Puisi Sosial Politik

Puisi Religi

Puisi Sepi

Puisi Persahabatan

Kumpulan Puisi

Kumpulan Puisi Cinta

Kumpulan Puisi Persahabatan

Kumpulan Puisi Ulang Tahun

Buku Kumpulan Puisi

Dari beberapa kata-kata kunci tersebut blog ini agak susah menembus untuk masuk halaman satu mesin pencari google, terlebih lagi jika menggunakan kata kunci tunggal “Puisi.”  Blog puisi sangat banyak di internet, yang tentu saja akan membuat persaingan dengan menggunakan satu kata kunci PUISI semakin ketat.  Ada sekitar 46 juta hasil pencarian dengan menggunakan kata kunci Puisi. Jika bisa masuk ke halaman satu google saat mencari dengan menggunakan kata kunci puisi, adalah sebuah usaha dan hasil yang luar biasa. :) Mari kita lihat, apakah blog puisi.lecture.ub.ac.id ini bisa menerobos ke halaman satu google.com ? :D

 

14 NovDengan Puisi Menampilkan Universitas Brawijaya Ke Pentas Dunia

Panitia Blogmetrics UB 2012 memberikan tema lomba: “Meningkatkan Peran Sivitas Akademika Dalam Mewujudkan World Class Enterpreneurial Universitydengan tag tambahanShare knowledge and be a part of UB World Class Entrepreneurial University Campaign through your blog. Blog Puisi.lecture.ub.ac.id turut serta dalam kegiatan blogmetrics 2012. Blog puisi ini yakin dengan Puisi dapat  menampilkan Universitas Brawijaya Ke Pentas Dunia

09 JanKeyword: Puisi

Saya sering mencari kata puisi, namun seringkali google.com sudah menyediakan frasa tambahan, misalnya: puisi cintapuisi cinta bahasa inggrispuisi cinta lucupuisi cinta romantispuisi kangenpuisi kehidupanpuisi kematianpuisi kenanganpuisi kesepianpuisi lucupuisi penantianpuisi perjalanan cintapuisi perjalanan hiduppuisi perjuanganpuisi persahabatanpuisi rindupuisi romantispuisi ulang tahunsajaksajak cintasajak kekasihsajak keluargasajak ulang tahunsyair cintasyair kehidupan.

Selain itu sering kali muncul nama Kahlil Gibran, seorang penyair dunia yang terkenal saat memasukkan kata-kunci: puisi. Sedangkan nama para penyair Indonesia yang sering kali langsung muncul di mesin pencari google.com adalah: Chairil, Anwar, Nanang Suryadi, Saut Situmorang, Gola Gong, Sapardi Djoko Damono, Sutardji Calzoum Bachri, Amir Hamzah, Afrizal Malna, Joko Pinurbo, Toto Sudarto Bachtiar, Dorothea Rosa Herliani, Goenawan Mohamad, Sitok Srengenge, Sitor Situmorang, Widji Thukul, Hasan Aspahani, Nirwan Dewanto, Binhad Nurrohmat,  dll. Coba masukkan kata puisi lalu tulis huruf pada nama depan penyair Indonesia di google.com, biasanya google akan langsung melengkapi nama tersebut. Hal tersebut menandakan puisi penyair tersebut sering dicari di intenet menggunakan gooogle.com.

Tags:

09 JanJurnal dan Buku yang membahas dan mengutip puisi karya Nanang Suryadi

Beberapa buku sastra dan bahasa untuk SMA mengutip karya puisiku dalam pembahasan atau apresiasi, antara lain:

“Buku yang diambil sebagai kajian adalah buku: (1) Kaji Latih Bahasa dan Sastra Indonesia 2a dan 2b (2005) yang diterbitkan oleh Penerbit Bumi Aksara, (2) Bahasa dan Sastra Indonesia 1 untuk SMA Kelas X (2004) yang diterbitkan oleh Erlangga, dan (3) Aktif Berbahasa dan Bersastra Indonesia Jilid 2 untuk Kelas XI (2005) yang diterbitkan oleh Empat Kawan Sejahtera. Buku tersebut ditulis dengan mengacu dan menjabarkan pada Standar Kompetensi Kurikulum 2004 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam buku tersebut, karya sastra yang digunakan sebagai materi pengajaran sastra meliputi puisi, naskah drama, cerpen, dan novel.

Puisi yang dipilih sebagai materi pengajaran adalah “Sepanjang Jalan Puisi” dan “Ingin Kutulis Untukmu” karya Nanang Suyadi,
“Gadis Peminta-Minta” karya Toto Sudarto Bachtiar, “Balada Tamu Museum Perjuangan” karya Taufiq Ismail, dan “Balada Ibu yang Dibunuh” oleh W.S. Rendra.”

Sumber: Lustantini Septiningsih, PENGAJARAN SASTRA SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK MANUSIA YANG CINTA TANAH AIR: HARAPAN DAN KENYATAAN, Kajian Linguistik dan Sastra, Vol. 20, No. 1, Juni 2008: 48-55

 

Kalian telah melakukan pengamatan terhadap berbagai bentuk
puisi remaja, yang dimuat di majalah, surat kabar, atau buku
kumpulan puisi. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, silakan
kalian jawab pertanyaan ini!
1. Apa yang dimaksud puisi remaja?
2. Apa ciri-ciri puisi remaja?
3. Parafrasakan puisi berikut!

Epilog
Nanang Suryadi
Sempurnalah sempurna segala ingin
Di ambang surup matahari mendingin
Segala senja telah kau beri tanda
Di padang padang buru di tebing tebing cuaca
Telah disemayamkan segala kelakar
Terbakar bersama belukar julai akar
Ke dalam diri ke luar diri
Menembus batas segala mimpi
Demikian, sunyi tak terbagi
Milikku sendiri
Sumber: Sutardji Calzoum Bachri, Hijau Kelon dan Puisi 2002. Jakarta: Kompas
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Sumber: Kompetensi Berbahasa dan Sastra Indonesia, Syamsudin Ar dkk, 2008, PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

06 JanReview Puisi-Puisi Nanang Suryadi

Buku puisiku banyak dibahas oleh para kritikus sastra, diantaranya:

06 JanArtikel Jurnal dan Thesis Yang Mengutip Puisi dan Esai Nanang Suryadi

Silakan klik link berikut, yang mengutip puisi dan eseiku:

Cyber-Urban Activism and the Political Change in Indonesia

KAJIAN REPRODUKSI PUISI DIGITAL PADA ANTOLOGI PUISI DIGITAL CYBERPUITIKA 

02 JanBuku Nanang Suryadi dikoleksi Perpustakaan Australia dan Amerika Serikat

Beberapa bukuku ternyata di simpan di perpustakaan luar negeri, dapat ditelusuri di link-link berikut:  Worldcat.org ; Catalogue.nla.gov.au ; openlibrary.org

Buku-buku yang menjadi koleksi tersebut adalah:

Silhuet panorama & negeri yang menangis (Book, 1999) 

Telah dialamatkan padamu (Dewata Publishing, 2002)

Analisis makro dan mikro : jembatan kebijakan ekonomi  (Editor: [Khusnul Ashar; Gugus Irianto; Nanang Suryadi)

29 DecKaryaku di Google Books

Jalan-jalan ke search engine google mencari buku yang mencantumkan karya atau menyebut namaku di dalamnya. Ada beberapa buku yang dapat ditemukan, diantaranya:

09 DecBuku 3 Penyair Jatim Masuk 10 Besar KLA

sumber: http://m.beritajatim.com/detailnews.php/2/Gaya_Hidup/2011-10-07/114051/Buku_3_Penyair_Jatim_Masuk_10_Besar_KLA

07 Oktober 2011 14:58:33 WIB
Reporter : Ribut Wijoto

Surabaya (beritajatim.com) - Karya penyair Jawa Timur tiada henti mewarnai wilayah kepenyairan secara nasional. Terbukti, buku puisi karya tiga penyair Jawa Timur masuk dalam 10 besar Khatulistiwa Literary Award 2011.

Melalui rilis yang dilansir panitia KLA 2011, Jumat (7/10/2011), ketiga buku asal Jawa Timur turut bersaing. Ketiganya adalah buku ‘Biar!’ karya Nanang Suryadi (Indie Book Corner, Februari 2011), buku ‘Kembang Pitutur’ karya Alek Subairi (Amper Media, Maret 2011), dan buku ‘Pembuangan Phoenix’ karya A Muttaqin (Amper Media, Maret 2011).

Nanang Suryadi lahir di Pulomerak, Serang pada 8 Juli 1973. Penyair ini aktif mengelola fordisastra.com. Dia merupakan salah satu penggagas media online Cybersastra.net. Saat ini, dia mengajar di Universitas Brawijaya Malang.

Alek Subairi lahir di Sampang 5 Maret 1979. Dia pernah berkuliah di Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Surabaya. Bergiat di Komunitas Rabo Sore (KRS) beberapa puisinya pernah dibukukan dalam antologi puisi bersama.

A. Muttaqin lahir di Gresik, Jawa Timur, 11 Maret 1983. Baru-baru ini menamatkan studinya di Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Bergiat di Komunitas Rabo Sore (KRS).

Babak selanjutnya, buku karya penyair bakal dipilih untuk masuk 5 besar terbaik. Puncaknya, dewan juri memilih satu buku terbaik. Pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 50 juta.

Sekadar diketahui, KLA merupakan penghargaan tahunan yang digelar oleh Yayasan Khatulistiwa Literary Award. Karya yang dijaring berasal dari penerbitan dalam kurun waktu Juli 2010 s/d Juni 2011. [but]

09 DecPioner Sastra Cyber

http://www.beritajatim.com/siapadia.php?newsid=1037

19 November 2011 13:26:13 WIB 
Nanang Suryadi

Pioner Sastra Cyber

Reporter : Brama Yoga Kiswara

Malang(beritajatim.com) - Kau tak dapat berbohong dengan sajak, karena sesungguhnya, hatimu teleh menera jejak. Jika kabar demikian samar, sajak mengajakmu untuk menebak, teka-teki kehendak puisi telah memenuhi ruang kepalaku, riwayat-riwayat yang minta dicatat, keindahan yang minta dikabarkan.

Penggalan syair indah di atas terangkum dalam judul, “Dengan Sajak Kukabarkan Puisi”. Selintas tergambar, ada banyak kata-kata dan untaian peristiwa yang masih menimbun dalam otak seorang Nanang Suryadi. Ya, dalam jagat kepenyairan dan sastra Indonesia, nama Nanang sudah tak asing lagi.

Bapak dua anak yang banyak melakukan terobosan spektakuler dalam perkembangan dunia sastra online, Nanang bisa jadi pionernya. Cybersastra atau sastra online adalah buah pikir yang kini banyak dijadikan kegemaran penyair mempublikasikan seluruh karya-karyannya.

Diera digital online dewasa inilah, cermin perkembangan dunia sastra, semakin dinamis menembus ruang dan waktu. “Saya berharap ada banyak karya sastra lewat media online dan internet. Ke depan, harus ada akses mudah bagi pembaca untuk menikmati sebuah karya sastra,” ungkapnya, Sabtu (19/11/2011).

Siapa sebenarnya Nanang Suryadi? Pria Kelahiran Pulomerak, Serang, Jawa Barat pada 8 Juli 1973 itu ternyata seorang Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (UB) Malang. Saat ini, Nanang menjabat sebagai Pembantu Dekan III, UB Malang. Aktif sebagai penyair dan sastrawan di tengah kesibukannya di dunia kampus, bak dua sisi keping mata uang. Padatnya jadwal mengajar dan bimbingan kuliah pada Fakultas Ekonomi, tak menyurutkan tekad Nanang untuk terus membukukan karya-karya sastranya.

Nanang adalah penggagas Yayasan Multimedia Sastra (YMS). Ia juga aktif sebagai redaktur pusi pada Cybersastra.net, tempat berkumpulnya karya-karya sastra terbaik dari seluruh penjuru negeri. Kelak, Nanang berharap media internet bisa menjadi lahan subur bagi penyair dengan karya-karya sastra terbaiknya. Di era saat ini, sejumlah penyair pun mengakui jika media internet, punya peranan sangat besar untuk mempubliskan dunia sastra. “Dulu saat muncul sastra cyber banyak yang pesimis. Tapi sekarang, sudah tidak lagi. Sejumlah penyair justru banyak menggunakan internet untuk mempertunjukkan karya mereka,” paparnya.

Darah kepenyairan Nanang ditempa pada era tahun 1990 saat masuk kuliah di Fakultas Ekonomi, UB Malang. Dari sinilah, Nanang akhirnya bertemu dengan tokoh-tokoh penyair asal Malang Raya macam KH Taufan Aminudin, Wahyu Prasetyo, sampai Ratna Idraswari Ibrahim. “Mereka turut memberi warna dalam perjalanan kenpeyairan saya,” kata Nanang yang juga menjadi Pengurus Dewan Kesenian Malang (DKM).

Dijelaskan Nanang, perkembangan dunia sastra di Malang khususnya, perlahan mulai naik daun. Saat ini, sastra di Malang masih berkutat pada proses-proses kreatifnya. Hal itu sangat bagus. Peminat sastra dari kalangan mahasiswa yang sangat tinggi, mencerminkan dunia sastra dan kepenyairan, akan terus berkembang pesat.

Menurut Nanang, kunci jika ingin menjadi seorang penyair gemilang dengan karya-karya terbaiknya hanya ada empat langkah. Pertama banyak-banyaklah menulis, kedua terus menulis, ketiga jangan berhenti menulis, dan yang terakhir banyaklah membaca. “Tulis, tulis dan teruslah menulis. Meskipun hasilnya jelek, jangan takut untuk terus menulis. Jika ingin sukses menulis, banyak-banyaklah membaca apa saja,” paparnya.

Kini, Nanang sukses menerbitkan dua buku terbarunya di tahun 2011 ini. Buku berjudul BIAR berisi kumpulan syair dan karya sastranya, menjadi nominator shortlist penghargaan festivalpembacaindonesia.com. Awal bulan depan, pengumuman pemenang ini, akan digelar di Jakarta. “BIAR, dicetak oleh Indiebook Corner. Tapi sudah banyak juga dan tersebar di sejumlah toko buku,” ucap Nanang yang tinggal di Landungsari Indah Blok I/No16, Kota Malang itu.

Selain BIAR, buku dengan judul Orang-Orang Yang Menyimpan Api Dalam Kepalannya, disebut-sebut menjadi buku best seler, penjualannya saat ini sudah diatas 3.000 eksemplar dengan penerbit UB Press. Buku tersebut, konon lagi, banyak diperbincangkan sejumlah penyair karena melebihi catatan dan tulisan Gunawan Mochammad (GM). “Setiap penulis dan penyair pasti punya penggemar berbeda. Bagi saya, kepopuleran nama-nama penyair besar macam Chairil Anwar, Sutardji ColzOum Bachri, GM, dan lainnya sangat mengilhami jalan kepenyairan saya sampai detik ini,” pungkasnya.

Berikut adalah karya-karya Nanang Suryadi selama menekuni dunia kepenyairan: Sketsa (HP3N, 1993), Sajak Di Usia Dua Satu (1994), dan Orang Sendiri Membaca Diri (SIF, 1997), Silhuet Panorama dan Negeri Yang Menangis (MSI,1999) Telah Dialamatkan Padamu (Dewata Publishing, 2002) sebagai kumpulan puisi pribadi. Sedangkan antologi puisi bersama rekan-rekan penyair, antara lain: Cermin Retak (Ego, 1993), Tanda (Ego- Indikator, 1995), Kebangkitan Nusantara I (HP3N, 1994), Kebangkitan Nusantara II (HP3N, 1995), Bangkit (HP3N, 1996), Getar (HP3N, 1995 ), Batu Beramal II (HP3N, 1995), Sempalan (FPSM, 1994), Pelataran (FPSM, 1995), Interupsi (1994), Antologi Puisi Indonesia (Angkasa-KSI, 1997),Resonansi Indonesia (KSI, 2000), Graffiti Gratitude (Angkasa-YMS, 2001), Ini Sirkus Senyum (Komunitas Bumi Manusia, 2002), Hijau Kelon & Puisi 2002 (Penerbit Buku Kompas). [yog/ted]

09 DecOrang-orang yang Menyimpan Api dalam Kepalanya

Buku ini sudah dapat dibeli di toko buku sekarang. Jika kesulitan menemukan di toko buku silakan isi kolom komentar. Atau kirim pesan di email: nanangsuryadi@yahoo.com twitter: @penyaircyber facebook: http://facebook.com/nanangsuryadi dengan menulis alamat kirim dan jumlah pemesanan.

Harga perbuku: 60.000 + ongkos kirim. Silakan ditransfer melalui:
BRI KCP Unibraw 0579-01-015778-50-2
Atas nama: Nanang Suryadi

Puisi-puisi Nanang Suryadi ini bisa hadir membawa wajah Indonesia yang tidak dibungkus dengan kepalsuan dan tipu daya. (Asep Sambodja, Penyair, Dosen FIB UI)

Membaca dan memaknai puisi Nanang Suryadi yang sangat produktif dan kreatif memerlukan waktu dan bekal yang tak sedikit. (Cunong Nunuk Suraja, Dosen FKIP, Universitas Ibn Khaldun)

Pada dekade 2000-an, di mana Nanang Suryadi masuk di dalamnya, menunjukkan pergeseran wawasan estetik yang ditandai oleh berubahnya struktur larik dan bait… Puisi-puisi yang terangkum dalam buku ini, ternyata sebagai perpanjangan tangan konsepsi estetis perpuisian Indonesia. (Dimas Arika Mihardja, Penyair, Dosen FKIP Universitas Jambi)

Bagi saya, N.S. adalah sosok yang sangat merdeka dan memerdekakan karyanya dari segala pemahaman, teori dan methodologi apapun. Dibutuhkan energi ekstra untuk menikmati buku ini karena muatan puisinya yang demikian banyak. “Banyak” di sini adalah mencakup berbagai tematika, nuansa, warna, gaya dan bahkan keanekaragaman psiko-emosi N.S. (Wilu Ningrat, Penikmat Sastra dari Tegal, teman facebook Nanang Suryadi)

Nanang melakukan resistensi terhadap homogenitas wacana dengan cara mengeksplorasi heterogenitas pandangan dan pengalaman mulai dari sosial politik, budaya, dan ekonomi hingga hal-hal “individual” yang berkaitan dengan spritualitas, cinta dan eksistensi. (Yusri Fajar, Penyair, Dosen FIB Universitas Brawijaya)

Saya selalu merasa lebih sering mengenal lebih dekat puisinya ketimbang penyairnya. Dari sekian nama penyair yang berderet di kepala, kawan Nanang Suryadi inilah salah satunya. (Zabidi Zay Lawanglangit, Pekerja kreatif di industri jasa komunikasi)

Membaca puisi koleksi Nanang Suryadi sungguh mengasyikkan. Bicaranya merentasi pelbagai daerah kemanusiaan. (Ramli Abdul Rahim, Penyair Malaysia)

Puisi-puisi Sdr. Nanang Suryadi membuat pembacanya larut di dalam puisi-puisinya itu, bagai masuk ke dalam lubang kecil di bawah tempat tidur kita masing-masing, yang ternyata di dalam lubang itu ada alam lain yang imajinatif dan membuat kita kerasan berkelana (dalam puisi-puisinya). (M Alfan Alfian, Dosen Jurusan Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Nasional, Jakarta)

Seperti udara bebas beredar merdeka. Seperti air mengalir dari kali ke muara hingga laut bebas lepas. Mendasar. Mendalam. Meluas. Meninggi. Selagi mengingat keluhur-agungan Ilahi ataupun selagi merindukan sang kekasih. ….. merupakan salah satu buku yang layak simak, memikat lagi menyenangkan, maka selayaknya disambut gembira pula telah memperkaya kepustakaan sastra Indonesia sekaligus dunia. (Abdul Kohar Ibrahim, Seniman lukis dan Penyair , tinggal di Brussel Belgia)

Puisi-puisi Nanang Suryadi adalah pijar-pijar estetika katarsis dan representasi arti hidup dan zaman yang lahir dari beragam interaksi dan persinggungan. Koridor pergulatan dan pemaknaan hidup di era globalisasi yang melahirkan puisi-puisi bercorak eksistensialisme.(Gendhot Wukir, Seniman lereng Gunung Merapi)

Narasi yang berpotensi dramatik juga mengelana pada tataran kesadaran wadah yang telah mapan. ia tidak memberontak tetapi juga bukan apatis(Ben Abel, Penyaid & Pustakawan di Cornell University)

Puisinya halus, indah, mencekam lubuk nurani saya terutama puisi yang bicara tentang mazhab cinta dan keluasan spiritualisme. Sebagai penyair dan penyair sajalah Nanang Suryadi berdiri mempertahankan makam Cintanya. (DATO’ DR. AHMAD KAMAL ABDULLAH – KEMALA, Penyair Malaysia, Dosen FBMK – Universiti Putra Malaysia)