Puisi yang Kubunuh Itu

puisi yang kubunuh itu suatu ketika mendatangiku

ia menyeringai dengan gigi yang tajam

memburuku

di tangannya yang berlaksa jumlahnya

tergenggam gergaji, palu, kapak, celurit, m 16, belati, granat, dll

memburuku

puisi yang kubunuh itu terus menghantu

dengan seringainya yang dingin

memburuku

dia terus menguntitku

sampai di kamarku yang pengap

memburuku

hingga masuk ke dalam mimpiku

ia terus mengutukku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>