Kita Berayun

kita terpana pada yang fana, dan tergila pada yang

sementara, karena hidup hanya sebentar kita ingin selalu saja

segera

 

kita berayun dari ingin dan rasa bosan, ingin yang sangat, dan

bosan yang sangat, kita berayun dari dari bimbang ke

bimbang

 

kita melompat dari sisi yang satu ke sisi yang lain,

mengulang-ulang, hingga kita bosan, dan bersiap untuk mati

 

kita berayun dari tanya ke jawab, dari jawab ke tanya, hingga

bandul waktu berhenti, tepat di tengah tak berdetik lagi

 

kita berulang terjerembab jatuh, dan bangkit dengan segera,

berlari kian kemari meringis rasakan perih di tangan dan kaki

 

kita berayun dari mimpi ke mimpi, mimpi baik dan mimpi

buruk, nasib baik dan nasib buruk, menguji ketabahan setiap

hari

 

kita berayun dari harap ke cemas, dari cemas ke harap, dan

menyelinapkan doa dalam pasrah tak terhingga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>