Kengerian Puisi

lalu lalang di jalanan, namun hatimu bertambah sepi

karena puisi adalah kengerian-kengerian hidup, yang
tersembunyi, di palung yang arusnya memusar

siapakah yang berani bangun dengan kesadaran penuh? di
tengah hidup demikian gaduh. ah, zaratustra! jangan tertawai
pecundang ini

pada gelombang tak usai, pada badai tak lerai, tawanya
sampai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>