SEORANG YANG MENDENGARKAN LAGU DARI MASA LALU

: John Lennon & Kurt Cobain

dia membayangkan, membayangkan sesuatu dari lagu yang diputar berulang-ulang, berulang-ulang

hidup adalah perulangan. perulangan yang selalu ditandainya. di lagu itu dia menemukan masa lalu

seperti pernah kudengar lagu itu, katanya. entah kapan dia mendengarnya terakhir kali. mungkin sebelum dilahirkan ibu

di dalam kepalanya ada yang bermain gitar, lagu-lagu dari masa lalu: kemarin, kemarin, bayangkan hai jude

siapa namamu? katanya bertanya. lelaki berkacamata, bercambang itu tersenyum: lennon, namaku. kau tak tahu?

lalu dia membayangkan lelaki itu menjerit, memanggil yoko ono. perempuan yang menjerit, memeluk lelaki yang berlumur darah

seseorang yang mendengarkan lagu dari masa lalu tak henti-henti merapal semacam mantra: obladi-oblada-obladi-oblada…. airmatanya berderai

“cintai aku. cintai aku. cintai aku. aku tahu kau mencintaiku….” dia bersenandung. playlist memutar: love me do. lagu itu

dia tak tahu siapa yang lebih dahulu mencinta. mungkin tak ada yang saling mencinta. mungkin juga saling mencinta

“kau tahu aku mencintaimu…” bisik lelaki itu. bisik yang entah kepada siapa. lagu berputar. dan mencegahnya untuk bunuh diri

di dalam kepala yang mabuk, dia merasa dirinya menjadi lelaki yang tergeletak di pinggir selokan dengan kepala berdarah

“namaku kurt, namaku.” bisiknya. terlalu mabuk dia. hingga tak ingat lagi dimana dia tidur malam lalu

baik. baik. jangan dimasukkan ke dalam pikiran. jangan pernah.” racaunya. lagu berteriak dari dalam playlist. dirinya

Comments are closed.