kunang-kunang beterbangan dari mata kenang

di langit yang tenang, di hitam yang lengang, lengkung bulan keemasan

kunang-kunang beterbangan dari mata kenang, dongeng masa kanak, kejernihan yang hilang, bersama waktu menua

ingatlah sebiru apa langit di saat siang sebiru itu pula kenang kembali pulang mengulang

bintang berkerlip di langit terbentang, bulan sabit mengintip, engkau menatap keluasan

di matamu kanak, cinta adalah keriangan tanpa prasangka dan pura-pura

bening dan hening, menatap dalam ke kedalaman, aku berkaca: cinta