Berbaris Puisi Berbarisbaris

jaranan. jaranan. rancak tari. warna warni. jaranan. jaranan. o kenang. o kenang. warna warni. (8:51pm June 4th, 2010)
________________________________________
suara kanak kanak yang bening. cublek cublek suweng. nyanyian.dolanan. sebagai kenang. o kenang. (8:18pm June 4th, 2010)

hai puisi, berikan pelayanan terbaikmu. dengan senyum. tetaplah semangat! (8:08am June 3rd, 2010)
________________________________________
macet lagi. macet lagi. gara gara puisi. menari nari. di jalan jalan. di gang gang. puisi puisi menari nari. hingga esok hari. (7:03pm

puisi puisi sedang berpesta di jalan jalan memacetkan lalulintas. duh puisi mengapa aku tak boleh pergi (6:47pm June 2nd, 2010)
________________________________________
dah puisi. aku harus pergi. ke dalam mimpi. ke dalam diri. ke dalam sunyiku sendiri. dah puisi. besok kita jumpa lagi. jika aku rindu lagi. padamu puisi. (5:59pm June 2nd, 2010)
________________________________________
tanpa basa basi puisi masuk ke dalam otakku. dia berak seenaknya di benak hati. dasar puisi tak tahu diri! (5:53pm June 2nd, 2010)
________________________________________
eh puisi. tunggu. aku pipis dulu. di kamar mandi. (5:51pm June 2nd, 2010)
________________________________________
ayo puisi kita berkelahi lagi. seperti dulu. seperti dulu lagi. aku atau engkau yang menyerah nanti. (5:50pm June 2nd, 2010)
________________________________________
sekerling mata puisi. bikin hati terpikat mati. (5:48pm June 2nd, 2010)
________________________________________
telah aku tikam tepat di jantung puisi. tapi puisi tak pernah mau mati. bangkit berulangkali. menghantui aku lagi. duh gusti… (5:19pm June 2nd, 2010)
________________________________________
adakah yang lebih puisi dari nyeri merindu puisi. adakah yang lebih nyeri dari aku yang sendiri dimabuk puisi. (5:08pm June 2nd, 2010)
________________________________________
ah puisi menari. bersama gerimis. aku menari. kabarkan puisi tak pernah mati. walau kubunuh berulang kali. (4:01pm June 2nd, 2010)
________________________________________
gerimis itu seperti puisi yang menyapaku setiap hari. puisi tak henti henti menyapaku. seperti ini kali. melarut dalam segelas kopi. segelas mimpi. sore ini. ah, nyaman sekali. (3:55pm June 2nd, 2010)
________________________________________
pernah aku mabuk puisi. tapi kini tak lagi. karena puisi kuteguk sekali sekali jika ingin sekali. seperti kali ini. hai, apakah ini tanda aku mulai mabuk puisi lagi. (3:44pm June 2nd, 2010)
________________________________________
segelas puisi. kuaduk. pelan sekali. segelas puisi. kuhirup. perlahan sekali. segelas puisi tak habis habis kunikmati. sore ini. (3:38pm June 2nd, 2010)
________________________________________
minum kopi. menyendiri. di sudut sepi. enak sekali. seperti puisi. seperti puisi. iseng sendiri. (3:22pm June 2nd, 2010)

aku tulis: g.a.z.a. namun tak usai. karena perih begitu merih. karena aku manusia. engkau manusia. rasakan perih yang sama. pedih yang sama. dan kutuk? aku tak sanggup lagi mengucap kutuk. karena kutuk bukan milikku. bukan milikku. hanya doa lirih yang perih dan pedih. kepada tuhanku. penjawab segala keluh. sungguh aku letih…. (9:09am June 1st, 2010)

aku tulis puisi karena puisi ingin mengada lewat jemariku (9:20pm May 28th, 2010)
________________________________________
adakah puisi yang lebih puisi dari puisi yang puisi (11:36pm May 27th, 2010)

senja. matahari jingga. dan aku menyerupai bayang-bayang. di batas cakrawala. ada sepi menanti. di batas mimpi. ada sunyi menanti. di batas nyeri. siapa menanti. Kau-kah. tak henti menanti. dengan rindu seluas sunyi. (6:34pm May 24th, 2010)

puisi adalah sepi itu sendiri (5:12pm May 26th, 2010)

selamat senja. selamat senja. biarkan matahari kembali ke peraduan. biarkan malam merapat ke kegelapan. selamat senja. semburat jingga di langit jiwa! (5:24pm May 11th, 2010)

sedangkan engkau tersenyum saja setelah menumbangkan pohon pohon jutaan hektar hutan (10:33am April 29th, 2010)
________________________________________
dia menangis tersedu sedu saat terpeleset dan tanpa sengaja mencerabut rumput (9:44am April 29th, 2010)
________________________________________
kamu yakin bumi itu bulat? bukan benjol, lonjong, kotak, mendatar, cembung. kamu yakin ada manusia yang pernah mendarat di bulan? (4:34pm April 28th, 2010)
________________________________________
aku berpikir apakah tumbuhan kedelai itu berbahagia. dirawat disiram diberi pupul. tumbuh. hijau. berbiji banyak. aku berpikir kedelai-kedelai itu berbahagia. mungkin mereka tertawa saat membayangkan penggilingan di pabrik tahu dan tempe. (3:43pm April 28th, 2010)
________________________________________
aku berpikir apakah kambing-kambing itu berbahagia. bergerombol. memamah rumput hijau. diberi vitamin. apakah mereka bahagia. mungkin mereka pacaran. kawin. dan beranak pinak. apakah kambing-kambing itu berbahagia. mungkin mereka tertawa membayangkan tajam pisau yang akan menyembelih mereka. (3:10pm April 28th, 2010)
________________________________________
aku berpikir apakah ikan-ikan itu berbahagia. bergerombol. berenang kian kemari. warna warni. apakah mereka berbahagia. di kolam yang dingin. mungkin mereka pacaran. kawin. bertelur. dan banyak anak. apakah ikan-ikan itu berbahagia. mungkin mereka tertawa membayangkan penggorengan yang mendidih minyaknya. (2:53pm April 28th, 2010)
________________________________________
pernahkah engkau berpikir bahwa kita adalah sisyphus yang berbahagia? (2:20pm April 28th, 2010)
________________________________________
ketika kata kata itu berebut untuk dituliskan siapa yang dapat menghentikan? (9:32pm April 25th, 2010)

dia ingin bangun dari tidur di dalam mimpinya (1:44pm April 17th, 2010)

setelah rewel seharian. puding yang ayah bawakan tak mau dimakan. minta jalanjalan keliling perumahan jam 10 malam. akhirnya kau terlelap di pangkuan dalam dekapan. tidurlah arya, pangeran kecilku. dalam dekap cinta ayah bunda selalu. (10:37pm April 13th, 2010)
________________________________________
setelah rewel seharian. puding yang bawakan tak mau dimakan. minta jalanjalan keliling perumahan jam 10 malam. akhirnya kau terlelap di pangkuan dalam dekapan. tidurlah arya, pangeran kecilku. dalam dekap cinta ayah bunda selalu. (10:36pm April 13th, 2010)
________________________________________
arya, ayah bawakan puding kesukaan arya. jangan nangis lagi ya. (6:41pm April 13th, 2010)

bersabarlah nak, dengan ikhlas dan kerendahan hati…. (3:25pm March 24th, 2010)

kaulah langit maka aku bintangmu (2:40pm February 11th, 2010)

kaulah malam maka aku mimpimu (2:40pm February 11th, 2010)
________________________________________
kaulah laut maka aku perahumu (2:35pm February 11th, 2010)

terpejamlah malam dalam kelam dalam suram dalam geram hingga dendam redam terperam dalam hingga karam dalam palung rahasiamu yang terdalam (2:23pm January 26th, 2010)
________________________________________
paras teras keras pasar serat serak sarap retas (2:04pm January 26th, 2010)
________________________________________
ada dada dada ada dadaku kuda dada ada daku duka dada ada (2:00pm January 26th, 2010)
________________________________________
amat amat mata mata tamat mata mata amat (1:56pm January 26th, 2010)
________________________________________
pedas getas gegas cemas gemas remas kemas lemas (1:53pm January 26th, 2010)
________________________________________
debar benar getar senar gitar gelar memar tebar samar besar kamar tampar gambar camar gampar sampar (1:42pm January 26th, 2010)
________________________________________
malam muram malam suram malam maram malam malam pejam malam jeram malam malam lebam malam kelam malam kejam malam seram malam geram malam ketam malam malam sekam malam cekam malam peram malam rekam malam redam malam malam karam malam garam malam dawam malam malam waham malam malam kalam malam salam malam makam malam masam malam dalam malam (1:17pm January 26th, 2010)
________________________________________
jika engkau terjepit di leher botol, apa yang akan kau lakukan? aku akan menulis puisi, jawabmu. (1:04pm January 26th, 2010)

Segala mula segala akhir segala rindu segala cinta: KAU -lah segala tuju (12:36pm January 4th, 2010)

ada yang berangkat. di waktu senja. engkau. yang kulepas dengan doa doa. keikhlasan menuju: keabadian. cinta dan keadilan yang sejati…. (9:51am December 31st, 2009)
________________________________________
bayang-bayang waktu membayang di pelupuk matamu waktu yang menjelang tak pernah bisikkan kabar kapan kan datang setiap detik mungkin kau bertanya kapan kan tiba segala awal akhir waktu dirimu (8:39am December 30th, 2009)

ayo, kata-kata. menarilah. sekira kau bisa. sekian lama kata sembunyi. dalam goa. dieram sunyi duka. menarilah kata. menarilah. ini saatnya kau berkata. (2:10pm December 29th, 2009)
________________________________________
mungkin ingin kau pejamkan mata. sekejap saja. terlelap. tapi kau tak bisa. karena bisik-bisik itu semakin bising. menjadi hiruk pikuk. dan amuk. yang mungkin tak pernah kau kira segala menjadi buruk. dan terkutuk. (2:05pm December 29th, 2009)
________________________________________
ya, bapa. sungguh sulit bagi kami jika kau ternyata berdusta. sungguh sulit untuk kami terima. duh, kepada siapa lagi kami akan percaya. (1:51pm December 29th, 2009)
________________________________________
bakarlah buku kami. biar menjadi abu. tapi kau tahu. tak pernah bisa kau sembunyikan kebenaran itu. karena abu yang mendebu adalah mimpi burukmu yang menghantu. dirimu. dirimu. selalu. (1:37pm December 29th, 2009)
________________________________________
mungkin kau kira akan selamanya. tak. tahta nan fana. tahta tak baka. hanya sekejap mata. meski kau jaga dengan paksa. meski kau bentengi dengan tipu daya. sungguh. mungkin kau lupa. apa yang kau punya hanya sementara. hanya makna yang kami ingat sepanjang masa, dari hidupmu yang sementara. (1:31pm December 29th, 2009)
________________________________________
hujan. di akhir tahun. adakah membasuh luka-luka. di hati kami. yang bernanah. sekian lama tertikam senyum rayuanmu, paduka. (1:24pm December 29th, 2009)
________________________________________
Berani karena benar. Takut karena salah. Maju tak gentar membela yang benar. Jangan maju tak gentar membela yang ‘bayar’. (5:23pm December 7th, 2009)
________________________________________
aku berpikir, maka aku ada, pikir siapa suatu ketika. mungkin engkau, yang berpikir, engkau ada atau tiada. ada tiada. tiada ada. adakah ada. adakah engkau. adakah aku. tiada. (8:11am December 1st, 2009)
________________________________________
apa yang kau pikirkan, tanyamu. apa yang aku pikirkan? mestikah kutulis di dinding ini. kabarkan kepada dunia, apa yang aku pikirkan. mungkin kau tak perlu tahu. (5:13pm November 30th, 2009)

kawan, jika waktu terlanjur memanjakan kita, masihkah kau ingat teriakan kita, di jalan-jalan berdebu. di waktu lalu… (1:15pm October 5th, 2009)
________________________________________
mungkin dengan seremah harap akan membuatmu tetap hidup. bangkitlah! (5:50pm October 2nd, 2009)

apa yang ingin kau katakan dengan gemuruh tanah yang runtuh. apa yang ingin kau sampaikan dengan gemeretak tanah yang rengkah. (10:21am October 1st, 2009)
________________________________________
masihkah kau beri aku kesempatan untuk merengkuh seribu bulanmu? (3:12pm September 8th, 2009)
detik-detik meletih. menit-menit melunglai. jam-jam melungkrah. hari-hari penat. segeralah istirah! (5:39pm June 26th, 2009)
________________________________________
karena engkau puisi. biarlah berdiam di dalam hati. karena engkau mimpi. berdiamlah di dalam sunyi. karena engkau rindu. menantilah. terus menanti. hingga puisi dan mimpi menjadi. di dalam diri. yang sunyi. (3:55pm June 21st, 2009)
ketika mata terpejam, masihkah langit berwarna kelam? (7:38pm June 2nd, 2009)
________________________________________
biarlah semua lebur dalam kehendak-Mu. kehendakmu jadi maka jadilah. karena pada-Mu bermuara hidupku… (6:05pm June 2nd, 2009)

kesabaran itu, sayang, seperti kita menunggu benih yang disemai kan terus tumbuh. bersabarlah. dan jangan lupa berdoa… (5:40pm May 27th, 2009)
________________________________________
masihkah kau ingin menulis puisi tentang langit senja dan hujan? juga sunyi yang mendera dalam keriuhan yang hiruk pikuk. masihkah kau ingin menulis puisi tentang….. (4:39pm May 27th, 2009)

One Reply to “Berbaris Puisi Berbarisbaris”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CAPTCHA Image

*