13 AprPuisi dan Pemasaran

Puisi dan pemasaran, dua hal yang seringkali saya gabungkan dalam blog-blog saya. Dua hal ini merupakan hal yang menarik bagi saya, dan tidak dapat dipisahkan dari tulisan-tulisan saya. Ada puisi ada pemasaran. Maka tak heran, jika blog-blog saya akan penuh dengan puisi dan artikel-artikel pemasaran.

Saaat saya menulis artikel pemasaran berjudul Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen, saya tergelitik untuk menulis puisi tentang Konsumen Cerdas. Tapi ide untuk meneruskan menulis puisi tentang “Konsumen Cerdas” ini terhenti begitu saja. Saya pernah menulis puisi tentang matematika, fisika, kimia, mungkin perlu juga meniatkan untuk menulis dengan serius puisi dengan topik pemasaran. :)

 

25 MarKata-kata Kunci Puisi di Halaman Satu Google

Kata-kata kunci yang berkaitan dengan puisi di mesin pencari google sangat banyak. Para admin blog atau situs yang memuat puisi harus jeli memilih kata-kata kunci yang relevan dengan pencarian. Beberapa kata-kata kunci yang populer antara lain:

Puisi

Puisi Cinta

Puisi Sunyi

Puisi Rindu

Puisi Mutakhir

Puisi Kontemporer

Puisi Terkini

Puisi Terbaik

Puisi Sosial Politik

Puisi Religi

Puisi Sepi

Puisi Persahabatan

Kumpulan Puisi

Kumpulan Puisi Cinta

Kumpulan Puisi Persahabatan

Kumpulan Puisi Ulang Tahun

Buku Kumpulan Puisi

Dari beberapa kata-kata kunci tersebut blog ini agak susah menembus untuk masuk halaman satu mesin pencari google, terlebih lagi jika menggunakan kata kunci tunggal “Puisi.”  Blog puisi sangat banyak di internet, yang tentu saja akan membuat persaingan dengan menggunakan satu kata kunci PUISI semakin ketat.  Ada sekitar 46 juta hasil pencarian dengan menggunakan kata kunci Puisi. Jika bisa masuk ke halaman satu google saat mencari dengan menggunakan kata kunci puisi, adalah sebuah usaha dan hasil yang luar biasa. :) Mari kita lihat, apakah blog puisi.lecture.ub.ac.id ini bisa menerobos ke halaman satu google.com ? :D

 

10 MarMenyoal Puisi Terbaru Indonesia

Jika kita “search” di google, maka sering kali akan ditemukan “puisi terbaru” atau “puisi terupdate” yang menjadi fokus bagi admin blog yang menggunakan teknik SEO untuk mengarahkan mesin pencari ke blognya. Jarang para admin blog puisi yang menggunakan teknik SEO dengan menggunakan kata-kata kunci “Puisi Kontemporer”, “Puisi Mutakhir” atau “Puisi Terkini.”

Jika kita memasukkan frasa kunci “Puisi terbaru” atau “Puisi Update” akan berbeda hasil pencariannya, dibanding hasil pencarian dengan menggunakan frasa kunci “Puisi Kontemporer”, “Puisi Mutakhir” dan “Puisi Terkini.”  Frasa kunci kelompok terakhir akan menghasilkan tulisan-tulisan yang serius, berupa esai atau artikel-artikel kajian akademis, sedangkan frasa pada kelompok pertama akan mengarahkan ke blog-blog puisi.

Perkembangan puisi cyber saat ini memang memungkinkan setiap orang untuk mempublikasikan karya-karyanya dengan bebas melalui media internet. Para admin situs atau blog puisi yang mengerti Search Engine Optimization mengerti juga kebutuhan para pencari “puisi” di internet. Sebagian besar para pencari “puisi” di internet dalam dugaan saya adalah para pelajar yang diberi tugas guru mereka untuk mencari puisi-puisi, maka tak heran jika ada yang memasukkan frasa kunci: “contoh puisi chairil anwar”, “contoh puisi amir hamzah,” “contoh puisi bla…bla..bla…”

Yang patut menjadi renungan dalam proses pencarian ini, saat saya coba mencari menggunakan frasa kunci “puisi mutakhir”, “puisi kontemporer” dan “puisi terkini” banyak artikel bahkan yang merujuk ke sebuah ensiklopedia internet terbesar contoh-contoh puisi hanya menunjuk karya-karya penyair yang dihasilkan di tahun 1970-an, seperti puisi Sutardji Calzoum Bachri, Sapardi Djoko Damono dan seangkatannya. Seakan-akan sejarah sastra mutakhir Indonesia terhenti di tahun 1970-an.

Puisi mutakhir atau puisi kontemporer adalah puisi terkini. Puisi terkini adalah puisi-puisi yang paling tidak dihasilkan oleh para penyair di tahun 2000-an atau puisi-puisi di awal abad 21, yang ditandai dengan puisi cyber yang berkembang pesat di berbagai macam situs, blog, micro blog dan social media semacam facebook, twitter dan google plus.

Jadi, jika kita menemukan puisi dengan frasa kunci: “puisi terbaru”, maka senyatanya itulah “puisi mutakhir” atau “puisi kontemporer” atau “puisi terkini” kita. Terlepas dari kualitas, namun itulah nyatanya. Keberagaman karya puisi di internet sebagai cermin perkembangan “perpuisian” kita saat ini.

30 JanMelawat Ke Singapura dan Malaysia

SINGAPORE

 

temasek, namamu dulu

singapore singapura

 

ingatlah nama nila utama

pangeran palembang melayu

 

ia menemu singa di pulau asing

selepas badai hujan di lautan

 

ingatlah pula raffles

yang menukar bengkulu denganmu

di tahun 1824 kepada belanda

 

singapore, singapura

di pasar bawah tanah lorong-lorong ramai

 

di orchard roadtaksi tak mau berhent

imalam telah terlalu larut

 

di batas garis kuning,

para penghisap bisa merokok di halaman cafe

 

singapore, singapura

merlion tegak, menyambut para tamu

 

kapal-kapal datang dan pergi, berlayar dan berlabuh

di kota yang menyimpan sejarah

antar bangsa

 

 

 

NASI KANDAR GEORGE TOWN, PINANG

 

saat melihat album foto,

aku terkenang nasi kandar pulau pinang,

dan gagak yang hitam di bandara

 

di george town,

perut yang lapar menemu jawabnya:

nasi kandar yang nikmat rasanya

 

pinang,kota yang menyimpan gedung-gedung tua

dan aku takjub melihat gagak hitam beterbangan di udaranya

 

 

 

SEMALAM DI SELANGOR

 buat: Ahmad Khamal Abdullah

 

aku berjumpa denganmu

di ruang hangat penuh buku-buku

 

nusantara yang kau cinta

melayu yang berjaya

 

kita berfoto dan berbagi cerita

tentang puisi tentang minangkabau yang tak kau lupa

 

Tags:

30 JanPUISI ENSIKLOPEDIA

AVOGADRO

 

bacalah puisi dari angka-angka: 6.02214179(30)×1023

mungkin aku salah menulis seperti dulu

 

saat mengerjakan tugas kimia,

rumus siapa ini, kata guruku tertawa

 

1 mole, satu mol, konstanta avogadro

dan aku salah menulis

 

demikian abstrak dalam kepalaku

menghapalkan tabel atom

 

kau tahu atom apa yang akan mengisi daftar terakhir?

di kolom kosong itu

 

ada yang diam-diam ingin menuliskan namanya

 

 

ALHAMBRA, ALHAMBRA

 

dari selat giblartar

tarik waktu jabarkan waktu

 

mari kita berhitung aljabar

algebra, mari hitung garis di tubuh zebra

 

alhambra, alhambra

di mana pusat alam semesta?

 

 

 

H20

 

water

air

 

what?

you are false

 

H20 is water not air

 

sign sign sign

penanda petanda tanda

 

H20 is air

air is water

water is not udara

 

 

UNSUR

 

api

air

tanah

udara

 

sambil membanting kartu tarot, dia berkata:

 

api padam oleh air

api padam oleh tanah

 

api tak padam oleh udara

 

 

 

COLUMBUS

 

kita akan berlayar kemana columbus

ke barat atau ke timur?

 

ke negeri-negeri tak bernama

negeri-negeri yang kelak akan kita beri nama

 

sebagai kehendak akan kuasa

 

 

PERTANYAAN SEDERHANA

 

lebih cepat mana bulu burung dan kepingan emas

yang meluncur di ruang hampa udara

 

aku bersiul-siul tak mau menjawabnya

 

 

ARYAMADA

 

saat naik sepeda, dia bertanya:

kenapa bulan dan awan bergerak?

 

bulan bulat bercahaya

berkejaran dengan awan

 

udara bergerak, apa namanya

coba kau tanya arya, dia tahu jawabnya

 

 

 

BOYLE

 

ada yang menekan mendesak

di dalam dada

 

ada yang menekan mendesak

di dalam kepala

 

rumuskan segera

sebelum suhu mengubah semua

 

 

 

PASCAL

 

siapa namamu?

pascal

 

siapa namamu?

pascal

 

kamu pascal yang sama dengan pascal?

pascal yang nama akhir atau nama depan

 

apa kesenanganmu pascal pertama?

saya suka matematika dan filsafat

 

kamu suka apa pascal kedua?

saya suka akting dan bernyanyi

 

mari kita bernyanyi matematika

mari kita berakting hukum fisika

 

pascal menyusun angka-angk

apascal menyusun nada-nada

 

pascal ada dimana?

di pintu pertama aku harus menebak 1+1

di pintu kedua aku harus menjawab 1+2

di pintu ketiga aku harus menerka 3+3

 

dimana pascal?

aku bernyanyi re, mi, si

 

pascal dimana kamu?

di piramida angka-angka dia tertawa

 

 

 

PUISI ENSIKLOPEDIA

 

mari kita menulis puisi sambil membuka halaman wikipedia

sambil menyimak avogadro, calculus, aristoteles, plato, homeros

 

siapa eros yang mengutuk menyumpahserapahi chairil

siapa ahasveros lelaki yang terusir dari pintu ke pintu

 

derrida, derrida, telah reda firasat dari udara kosong

 

mari kita buka wikipedia, banyak puisi di sana

Tags:

28 JanSEINE

salju tak membeku di sungai seine,

kapal kapal masih melaju

 

pasir dan batu, sphinx dan obelix

sampai di kota ini, kota kaum parisi

 

seine mengalir tenang, di paris yang riuh

kapal kapal masih berlayar

 

mengangkut kenangan demi kenangan

 

28 JanAVENUE DES CHAMP ELYSEES

soldes soldes

musim dingin mengundangmu berbelanja

 

sepanjang jalan champ elysees

pertokoan dan cafe

gedung gedung tua

 

peradaban ditawarkan etalase

memintamu menziarahi masa lalu

 

orang orang sibuk berbelanja

namun ada yang terpukur di sudut itu,

 

di cafe yang menghadap jalan raya

ada yang berpikir tentang revolusi

 

28 JanEIFFEL

di puncak menara

sepasang kekasih berciuman

 

dan terus berciuman

seperti takut kehilangan

 

mungkin ingin mereka kekalkan

cinta dan kenangan

28 JanLOUVRE

monalisa monalisa kau pandang wajah pengunjung

dengan mata dan senyum penuh rahasia

 

apakah masih kau simpan kode davinci?

dari mata para pencopet di tengah kerumunan

 

di aula besar itu, mungkin kau dengar bisikan

dari abad kegelapan dari abad pencerahan

 

di louvre, monalisa, piramida kembar berhadapan

piramida meruncing ke atas ke bawah

 

kau dengar suara suara dari negeri negeri jauh

negeri negeri yang dulu terjajah dan masih terjajah

 

hidup bukan sekedar mithologi, berupa patung dan lukisan

di louvre, aku memandangmu, menjauh dari kerumunan

 

28 JanNAPOLEON

ada yang tak ingin mengenangmu, karena

menjadi kaisar adalah pengkhianatan

 

bagi revolusi yang menyala

berkobar api kebebasan, persaudaraan dan kesetaraan

 

telah diterjang bastille, telah dipenggal leher para tiran

tapi engkau memilih menjadi kaisar

 

kini di gedung itu, ada yang tak ingin mengenangmu

namamu berbaur di pemakaman pahlawan tak dikenal

28 JanOBRAL MUSIM DINGIN

mari kita berbelanja, kata reklame

mengajak ke london dan paris

 

di musim dingin banyak sale banyak soldes

 

nampak wajah-wajah cerah

dari negeri-negeri jauh

dari eropa timur dan asia

 

aku memeriksa label harga

nampak tertera: made in china, vietnam dan kamboja

pantas murah harganya

 

selamat datang, welcome, are you from indonesia?

pedagang asal maroko menyapaku, dia bisa berbahasa indonesia

 

di toko-toko london dan paris

aku disapa pedagang india, maroko, afganistan, thailand

 

aku menatap harod, toko milik alfayed, dari jauh

aih alfayed, jangan tertawa, aku tak masuk ke tokomu

poundku terbatas jumlahnya

 

pound yang pongah

euro, dollar dan rupiah terpuruk

di pasarnya

 

28 JanVICTORIA VICTORIA

gedung gedung tua sepanjang buckingham,

sepanjang jalan jalan london

victoria victoria

 

thames yang jernih belum membeku

mengalirkan sejarah kegelapan dan pencerahan

penaklukan demi penaklukan negeri negeri jauh

 

victoria victoria

nama yang selalu bergetar di antara gedung gedung tua

perhiasan emas dan permata, di musium musium kota

 

victoria, victoria

gold glory gospel menyalakan matahari di semua lautan dan benua

di sepanjang jalan britania raya

28 JanMADAME TUSSAUD

“where is sukarno madame?”

tapi madame tussaud tak menjawab pertanyaanku

 

di musium ini aku ingin melihat patung presidenku

tapi sukarno tak ada, suharto tak ada, susilo bambang yudhoyono tak ada

 

aku tertawa saat ada yang memeluk beyonce dan marilyn monroe

aku mendamaikan rosevelt dan hitler, mari kita berfoto, kataku

 

tak menemukan sukarno, aku menemukan enstein, hawkins, picasso dan shakespeare

aku bacakan puisi tentang london yang membeku dengan salju

 

jangan terlalu tegang arnold, ini bukan di film action

tertawalah seperti becham, seperti tom cruise

 

selintas aku bertemu madame tussaud lagi,

sebelum melintas di rumah hantu, rumah kekejian sejarah manusia

 

di musium ini,tak ada tanda pintu keluar, hanya ada: this way

 

aku tersenyum melintasi sejarah britania raya

dengan kereta mini, tersenyum pada kamera yang meminta tebusan

 

biarlah kau simpan fotoku madame,

aku tak punya uang pound berlebih

 

mungkin engkau akan membuat patung lilinku, kelak

 

28 JanLOST IN LONDON

aku tersesat di london

saat toko-toko tutup jam 7 malam,

 

aku tersesat dengan handphone roaming

yang merampas pulsaku

 

aku menelusur trotoar china town london

dengan perut sakit menahan diare

 

aku termangu di trotoar depan kios tatto

menggigil kedinginan

 

di kota london yang asing

aku harus berbicara dengan sopir taxi

“do you know hotel novotel?”

 

sopir taxi, keturunan india tertawa:

“find your hotel adress, eight novotel in london.”

 

london masih sore, jam 7 malam

di tanah air sudah jam 2 dinihari

 

dan aku menggigil kedinginan

di antara salju yang melebat

 

aku tersesat di london

28 JanCHINA TOWN

apa yang merekatkan kita, mungkin nasi

bukan steak kentang dan roti

 

bebek panggang di chinatown london, enggan masuk ke dalam lambungku

ah, masih kuingat bebek panggang di pusat kota beijing

kedai makan yang berhuruf arab di temboknya

 

tapi udara demikian dingin, dan aku harus makan

sup yang hambar, sayur yang tak jelas rasanya, bebek yang asin dan asing

kukunyah perlahan, nasi memang mengeratkan kita

 

28 JanDI LONDON SALJU POST COLONIAL

salju turun demikian lebat

selebat kelebat kelebat bayangan sejarah

di antara patung patung dan gedung tua

 

sale! sale! musim dingin belum habis

wajah wajah cerah berburu di butik butik

 

aku membayangkan salju post colonial turun

di ruangan berpenghangat

 

tak ada yang menanyakan darimana aku berasal

seperti hanya kuduga wajah wajah eropa timur

 

lithuania, rumania, rusia, slovakia,

bangsa bangsa yang berdesakkan dalam kepalaku

juga di dalam butik butik yang berteriak sale sale

 

aku berfoto dengan patung muhammad alfayed,

dan tak masuk ke tokonya,

harod, aku ikut bersedih tentang dodi dan diana

 

salju turun demikian lebat

parit parit membeku, di london city, aku ikut membeku

bersama ingatan post colonialku

 

16 JanKUPU-KUPU DI BUKU WAKTU

di buku waktu, seseorang melukis bunga matahari. seekor kupu-kupu hinggap di lembarnya

seekor kupukupu terbang dari dalam buku dongeng. sayapnya basah, menggelepar di atas kertas . seekor kupukupu terperangkap jaring sepi

Tags:

16 JanJALAN CINTAMU

selalu ada yang basah, mungkin ingatan, dilukis jemari telanjang, di kanvas membentang, sebuah jalan

setabir demi setabir menyibak rahasia takdir perjumpaan, berbekal rindu, sungguh janjimu aku percaya, Cinta

aku belajar pada cinta kasih yang melawan kelicikan para penipu dari jaman ke jaman

aku berharap cintamu, menemu wajahmu,

hanya dengan ketulusan cinta kasih kan sampai. hanya

Tags:

16 JanKITA, MANUSIA

dan suara-suara menyuarakan kembali suaramu. bergema dalam dada. bergema dalam kepala

dan kembali kita memakna tanda-tanda. memakna diri kita sendiri. usia yang fana

dan jemari gemetar menoreh riwayat luka-luka sejarah. manusia. manusia

dan kita mencari, selalu mencari, berburu cakrawala

kita terlalu sering berharap kepada manusia, dan terlalu sering untuk kembali kecewa

Tags:

16 JanCELOTEH

sebelum sampai kita di sini, kemana langkah kaki pernah berhenti? sebelum sampai kita di sana, seteguk kopi mari nikmati

di puncak malam, ada kicauan. menyapa kelam dengan galauan. aw aw, siapa ingin menyimpan lampauan?

jleb jleb jleb pedang kata menusuk ke dalam lubuk dada sebelum sempat wow terkata dari mulut, kemudian koprol

Tags:

26 NovSoft Copy Puisi November 2012

Sila diunduh soft copy puisi yang baru diupdate November 2012:

Puisi Nanang Suryadi Seekor Ikan Berenang di Langit

Puisi Mendaras Airmata

diam

Syair Orang Gila

Kepada Tuan dan Puan

 

24 NovBERLARILAH!

berlari berlari terus berlari sperma berlari sperma berlari di lintasan waktu berlari terus berlari hingga sampai hingga sampai di hitungan bulan di hitungan tahun di hitungan hidup di hitungan mati hingga sampai berlarilah berlari simpan nyeri dalam diri simpan nyeri rindu di hati simpan cinta nyelinap di sepi sendiri o sepi yang tikam menikam tikam mengejar sebagai bayang berlarilah berlari dikejar kenang dikejar bayang dikejar impian yang mengejang sebagai orang sawan diburu ketemu puisi chairil lagi sapardi lagi sutardji lagi malna lagi berlarilah dari bayang bayang ke sunyi diri sendiri di hijau warnanya di kerlip matanya di ujung pukau mautKU

Tags:

24 NovAKU TAK TAHU

aku tak tahu ia telah menjadi seekor anjing gila padahal yang kutahu ia adalah seekor kucing yang mengasah kukunya di malam bulan purnama di saat malam terang sempurna saat taringnya mengkilat matanya melihat langit dengan penuh tatap dan aungnya tak kudengar seperti serigala atau geram singa atau macan yang lapar tapi mungkin rindu yang mengalir ke balik otaknya mengganggu tidur malamnya di saat cahaya menimpa bulu-bulunya yang halus dan gelayut kelelawar menjerit di pucuk pucuk bebuahan ada yang diam diam menjelma

Tags:

24 NovPuisi yang Kubunuh Itu

puisi yang kubunuh itu suatu ketika mendatangiku

ia menyeringai dengan gigi yang tajam

memburuku

di tangannya yang berlaksa jumlahnya

tergenggam gergaji, palu, kapak, celurit, m 16, belati, granat, dll

memburuku

puisi yang kubunuh itu terus menghantu

dengan seringainya yang dingin

memburuku

dia terus menguntitku

sampai di kamarku yang pengap

memburuku

hingga masuk ke dalam mimpiku

ia terus mengutukku

Tags:

24 NovMungkin

ini mungkin bukan puisi sayang, karena ia telah kupenjarakan dalam

angka-angka rahasia, setelah tak mungkin lagi aku membunuhnya. tak

mungkin lagi. karena ia sebagai lazarus yang terus bangkit dan

bangkit dari balik kubur. maka kukunci saja ia dalam lorong rahasia.

walau aku kerap merindukannya.

ini mungkin bukan puisi sayang, mungkin bukan, bukan mungkin, bukan

bukan, puisi mungkin, bukan mungkin, bukan?

mungkin…

Tags:

24 NovKarena Puisi

karena puisi bukan sebuah kesimpulan, bolehkah menjadi
pertanyaan. yang menggantung. tak ada jawab. tak ada
pemastian. sebab sebagai cinta, puisi menemukan dirinya sendiri

24 NovKita Mengeja

kita mengeja tanda-tanda, menafsirkan isyarat, makna yang
tersirat

kita belajar pada kejadian demi kejadian, peristiwa demi
peristiwa

24 NovKengerian Puisi

lalu lalang di jalanan, namun hatimu bertambah sepi

karena puisi adalah kengerian-kengerian hidup, yang
tersembunyi, di palung yang arusnya memusar

siapakah yang berani bangun dengan kesadaran penuh? di
tengah hidup demikian gaduh. ah, zaratustra! jangan tertawai
pecundang ini

pada gelombang tak usai, pada badai tak lerai, tawanya
sampai

24 NovApa yang Ingin Dikenangkan

apa yang ingin dikenangkan, kebaikan atau keburukanmu?

apa yang ingin dikenangkan, sebagai politikus, pengusaha
atau penyair?

apa yang ingin dikenangkan, o apa?

usia teramat singkat, kenangan akan ribuan tahun, apa yang
ingin dikenangkan orang tentangmu?

apalah arti dirimu, ada tiadamu tak ada orang peduli

kekayaan hanya sesaat, kejayaan hanya sebentar, tapi sikap
yang tegas akan terus diingat

24 NovPelajaran Berdusta

Karena dusta teramat indah, maka kita selalu diam diam belajar dari politisi di televisi yang berdebat setiap hari

Selamat tidur, dan kau diam diam menyimpan secuplik cahaya rembulan, agar mimpi tak terlalu pekat dicekam

Selamat tidur, dan diam diam kau menyelinapkan mimpi ke dalam kecemasan hidup yang tak menentu

24 NovBAGIMU SAUDARA BAGI KITA SEMUA

Kita tak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi, hanya
menduga duga saja

Karena mata kita telah lama coba dibutakan, tapi tak mungkin
meniadakan mata hati

Kita belajar pada tanda tanda yang diajarkan semesta, ayat
yang selalu terbaca dalam duga tafsir bagi yang berpikir

Sanggupkah lagi kita menyimpan dusta bertimbun timbun
tanpa kanak yang akan berkata: alangkah busuk bau udara

Kita melawan lupa dan tidak ingin dilupakan, karena sejarah
akan terulang, berulang, berulangkali

Cinta kita teramat bersahaja, tapi sanggup menghancurkan
kepongahan tiran yang jumawa

Bangunlah selagi bisa, sebelum ketakutan menikam! Sebelum
kecemasan menghantu! Bangunlah segera seperti matahari

Terus menyala!

24 NovSATU JUNI, MENGHITUNG LIMA JEMARI

ini bulan juni, dan hujanpun tak datang lagi
aku membaca hujan dari buku-buku yang terbuka tak sengaja

ini bulan juni, tak ada hujan yang tersesat di sini
aku membaca hujan dari mata yang tak kuasa menahan tangis

mari kita berhitung jumlah jemari: satu, dua, tiga, empat, lima tangan kanan. satu, dua, tiga, empat, lima tangan kiri

pada hitungan kelima, hujan tak datang juga, mungkin karena ini bulan juni

bayangkan hujan di bulan juni, bayangkan, serupa luruh bulu-bulu sayap jatayu dari sejarah masalalu

dan kita berhitung satu sampai lima, sambil terus terbata-bata mengeja makna

ada yang bernyanyi tetang hujan, di saat terik matahari, sebagai kidung. mungkin mengundang hujan, walau gerimis

ada pecinta hujan, ada penikmat hujan, ada perindu hujan, tapi tetap hujan tak datang. di awal bulan juni

“mari bermain lumpur saja,” kata sebuah suara. lumpur yang menyimpan airmata. menyemburkan murka bumi yang terluka

tak ada hujan, lumpur pun jadi.

“ayo kita berenang di lumpur!” tak ada hujan di bulan juni. hanya lumpur yang menjadi-jadi dari airmata luka bumi.

mari kita berhitung kembali: satu, dua, tiga, empat, lima! hopla!

24 NovDoa Sunyi

Jari jemari cahaya ingin merangkummu, hingga kesedihanmu
melinangkan airmata cahaya, ke mula cahaya

Doa doa sunyi lebih ramai mengetuk pintu langit, tak kah terdengar?

Karena rindu, menderukan doa sebagai pinta atas cinta, karena perindu tahu yang dirindu juga merindu balas cintanya

24 NovIbu Adalah Cinta

ibu adalah cinta,
tak ada kutuk dalam doanya,

hai malin, bukan salah ibu
jika hatimu membatu

karena ibu adalah airmata,
menahan demam ubun kepala

ibu adalah cahaya,
benderang di dalam hidup ananda

sebagai doa
sebagai cinta

ibu menyerta

24 NovDongeng Kupu-Kupu yang Terperangkap Senja

seekor kupu-kupu terperangkap di perangkap senja, bunga

menangisi sayapnya yang cantik, mengepak-ngepak memuji

matahari

 

berayun-ayun angan dari bunga ke bunga, dari daun ke daun,

mengepak mengitari taman, sebagai seorang yang mimpi

kupu-kupu

 

mari kemari, katanya menari, jemarinya adalah lelambai

kenangan, berhamburan kupu-kupu dari matanya, mata yang

teramat hijau

 

jangan kau ganggu imajiku, biar engkau seterang matahari,

sekelam langit hitam menyimpan badai di malam hari, jangan

ganggu

 

jangan ganggu aku, aku tidak gila, katanya. dia menyusun

kata dari sepatu dan kupu-kupu. yang mengingatkan pada

sebuah taman.

 

matanya adalah kedalaman yang sukar diduga dalamnya,

sumber mata air yang tak akan habis ditimba, pusaran

rahasia

 

di sebuah taman, dia membayangkan kanak-kanak yang

bermain gelembung sabun itu adalah dirinya, masa depan

yang ditulisnya dengan airmata

 

ada sebutir debu melayang, di taman itu, membayangkan suatu

ketika akan menggesek biola itu

24 NovKita Berayun

kita terpana pada yang fana, dan tergila pada yang

sementara, karena hidup hanya sebentar kita ingin selalu saja

segera

 

kita berayun dari ingin dan rasa bosan, ingin yang sangat, dan

bosan yang sangat, kita berayun dari dari bimbang ke

bimbang

 

kita melompat dari sisi yang satu ke sisi yang lain,

mengulang-ulang, hingga kita bosan, dan bersiap untuk mati

 

kita berayun dari tanya ke jawab, dari jawab ke tanya, hingga

bandul waktu berhenti, tepat di tengah tak berdetik lagi

 

kita berulang terjerembab jatuh, dan bangkit dengan segera,

berlari kian kemari meringis rasakan perih di tangan dan kaki

 

kita berayun dari mimpi ke mimpi, mimpi baik dan mimpi

buruk, nasib baik dan nasib buruk, menguji ketabahan setiap

hari

 

kita berayun dari harap ke cemas, dari cemas ke harap, dan

menyelinapkan doa dalam pasrah tak terhingga

Tags:

24 NovAku Menulis Berulang-Ulang

aku ingin menulis puisi dengan mengosongkan isi kepalaku yang penuh dengan keluh

aku harus menulis kata berulang-ulang

 

agar aku ingat apa yang aku katakan, aku harus menulis kata berulang-ulang

berulang-ulang aku harus tuliskan, kata yang harus aku ingat

 

kemana kau akan pergi penyair? di sana tak ada pintu

kemana kau akan pergi penyair? di sana tak ada jalan

 

kemana kau akan pergi?

aku bukan penyair, tak butuh pintu dan jalan

 

terang demikian siang, benderang demikian terik, bermimpi apa?

siapa yang berteriak itu: langit bolong

 

ujarnya:

mari kita belajar lagi, menghayati luka kata, berdarah di setiap hurufnya

 

tak kau rasa nyerikah dihunjam kata, tak kau rasa perihkah

dirajam kata, tak kau rasakankah derita kata merindu puisi mengada?

Tags:

24 NovDi Saat Senja

sekeping senja yang kau pungut dari langit warna jingga,

sekeping senja yang memantul-mantul di dalam bola mata,

cahayanya

 

langit berkaca-kaca, kilapan cahaya, senja meronakan segala

mimpi-mimpi, kenang dan harap terpantul dalam tatap mata

Tags:

24 NovDi Bawah Cahaya Bulan

betapa sepi bulan itu, sendiri, menatapmu

demikian pasi, cahayanya benderang, tak lagi kau nikmati

 

di balik jendela, siapa menyimpan cahaya bulan?

bayang-bayang terbawa awan, melintas di langit sepi, sepimu

yang puisi

 

matanya mata rembulan, cahayanya jauh sampai, ke bilik-bilik

rindu, anganmu menggapai, gapai

 

di bawah cahaya bulan, siapa yang berayun dari dahan ke

dahan? beringsut angin, berkesiut dari sudut ke sudut,

kenang

Tags:

24 NovYang Menatap Cahaya Bulan

yang menatap bulan menyimpan bayang-bayang, menari

sendirian

 

yang menatap sepi, membujuk rembulan, meminta cahayanya

menemani, dia bercakap sendiri

 

diamlah sebentar, akan kubacakan sebaris sajak, merayakan

segala sepi milik para penyair

 

adakah yang kerap merasa sia-sia? kata-kata menjelma buih,

terhempas gelombang ribuan kali

24 NovBAYANG-BAYANG

bayang-bayang telah menakutimu dengan kecemasan

engkau berlari ke barat, bayang-bayang berlari
mendahuluimu, bayang-bayang yang memanjang, mengejar
matahari

engkau berlari ke timur, bayang-bayang mengejarmu, engkau
berlari cepat, tapi bayang terus mengikutimu

di dalam cermin itu ada bayang-bayangmu, menyerupai
Dirimu

Tags:

24 NovKepada Tuan dan Puan

tuan puan tersenyum di baliho dan spanduk yang terpancang di pinggir-pinggir jalan rusak parah, apakah kamu tak malu?

di jalanan serupa kubangan kerbau di waktu hujan, penuh batu dan debu di musim kemarau, masihkah akan membuatmu terus tersenyum?

terlalu banyak biaya untuk kampanye menebar janji-janji, dan jalan yang rusak parah tak juga membuatmu malu?

jalan raya adalah etal ase bagi wajah kota yang membusuk, wajahmu tuan puan yang tetap tersenyum di pinggir-pinggir jalan

aku tulis sajak ini, karena aku mencintai kehidupan yang layak bagi kemanusiaan

jika tuan puan ingin mendapat keuntungan, jangan ambil dari keringat airmata rakyat yang berleleran

janganlah tuan puan perbudak manusia sewenang-wenang, menzalimi tak terperi

di sepanjang jalan kota-kota indonesia, tuan puan tersenyum, tertawa tanpa maludi sepanjang jalan indonesia tuan puan merusak pemandangan dengan wajah-wajah penuh janji palsu

di sepanjang jalan indonesia yang menghabiskan nyawa di saat mudik tiba, wajah tuan puan merajalela

apa yang harus aku katakan dengan gebalau yang menyakitkan, udara yang penuh dengan janji kepalsuan?

para penyair tak boleh lelap dalam basa basi penuh ilusi. katakan: TIDAK! pada janji politisi

aku belum lagi bisa tidur. kata-kata membandang dalam kepalaku. memburu nuraniku sendiri!

bagi tuan puan, tak perlu sajak bermetafora pintar, bahkan esai rumit panjang

bagi tuan puan, yang terpikir hanya berapa banyak prosentase keuntungan setelah menang pemilihan, karena bagi tuan puan, uang telah menjadi berhala sesembahan

hidup tak akan selamanya. kekuasaan hanya sementara. tuan puan jangan terlena!

Tags:

24 NovSyair Orang Gila

siang demikian terik sayang, orang-orang melempar api ke udara, panas matahari demikian menggila, orang-orang gila bermain bola api, panas!

tak ada api jika tak ada asap! ujar satu orang gila. duluan mana asap atau api? kukira aku telah gila mendengarnya.

orang-orang bermain api. api menyala-nyala. di mata. matahari menombakkan apinya ke ubun-ubun kepala.

mari menari! bersama burung nazar. berkuik meminta darah.meminta mayat. meminta belatung. tendang bola api keangkasa. biar dimamah segala!

akulah pahlawan! kata seorang gila kepada kawannya yanggila. dia bangun kesiangan. mengucek-ucek matanya. bola api dimakannya. dia tertawa

wahai manusia! wahai manusia! seorang gila menyeru dari atas bukit. tapi tak ada yang mendengarnya. orang-orang merasa bukan manusia.

wahai babi! wahai monyet! wahai anjing! wahai serigala! wahai tikus! orang-orang terperangah mendengar seruan itu. seperti memanggil namanya

manusia tak mau dipanggil manusia, wahai!  jerit seorang gila membawa api di tengah pasar. mau membakar nyeri, katanya.

matahari demikian terik sayang! teriakku. di tengah pasar. tubuhku demam meninggi. menyala api! menyala api!

24 Novdiam-diam aku ingin menulis sajak

diam-diam aku ingin menulis sajak

untuk diriku sendiri, saat senja dan sajak terasa sia sia

 

di lintasan waktu hanya ada suara burung, kabar burung

 

di sisa usia ada yang termenung menatap senja,

usia sia sia, belum apa apa

 

musim berganti. waktu berganti

ada yang menitipkan aduh pada jarum jam.

 

gendang gending bertalu di dalam hatiku, menggetarkan semesta dalam diriku

jagad besar jagad kecil berputar sebagai cakra waktu: kehidupan

24 NovMendaras Airmata

untuk: kunthi hastorini

aku ingin mendaras pada airmatamu yang menderas: cinta tak berbatas tepi. sunyi

ciumlah aku, hingga kau temukan riwayat rumit manusia, dengan pikiran-pikiran yang menjelajah tak henti

sunyi juga kiranya yang akan menghampiri. dan cinta? lebur dalam makna sejati

kita merawat benih, merawat tunas, merawat pohon riwayat, sebagai sejarah. dengan cinta. sepenuh cinta

rabalah dadaku, riwayat demi riwayat berlayaran di dalamnya, sebagai denyut yang ingin terus memberi. hidup yang menghidupi

kare kita cermin yang selalu memantulkan cahaya, cintanya yang bercahaya

24 NovSeekor Ikan Berenang di Langit

untuk: kang badri @indiejeans

aku menghikmati kesunyian, seperti menghikmati kehidupan. tak ada yang aneh dengan puisi

seperti juga senja ini, seekor ikan berenang di langit, ikan yang kau lepas tadi pagi

seekor ikan berenang-renang di langit, dan para perindu tertawa girang sekali

seekor ikan demikian riang, berenang-renang di langit, langit yang tenang

aku gemetar menatap langit, tapi ujarmu: lihat nanang, ikan berenang di langit, serupa kenang

para perindu, para pecinta menyeru-nyeru, namun engkau tetap tersenyum melulu. “lihat ekornya indah bukan?” ujarmu.

seekor ikan berenang di langit. berjumpa dengan rindu

24 NovYang Bernyanyi dalam Kepalaku

untuk: @kawancuk

di dalam kepalaku ada yang bernyanyi: biarlah senja tetap senja, kan kuhadapi malam hari dengan berani!

ada yang bernyanyi dalam kepalaku, mungkin dari suaramu yang bergetar di awan-awan keemasan senja ini

ada yang bernyanyi dalam kepalaku: aku berani hidup, hidup kan kuhadapi dengan berani

karena cinta, karena cinta adalah harap yang tak pernah habis

karena cinta, juga airmata, memberi makna pada hidup, memberi arti pada diri

ada yang bernyanyi dalam kepalaku. kutahu itu dirimu.

24 NovANGKASA YANG SENYAP

untuk: @dericopter

angkasa demikian senyap,  di perbatasan senja ada yang terbata membaca isyarat

senja merayap, senja yang perlahan memisahkan cahaya matahari

“aku akan terbang bersama pesawat yang kucintai, ke mars yang layak huni,” ujarmu

bumi terlalu gaduh, tapi mars terlalu jauh. dan asing terasa

seorang kanak menerbangkan pesawat kertas, sampai ke langit mimpimu. derunya sampai ke dalam puisi, senja ini

24 NovDan Sunyi Mengundangmu Untuk Pergi

untuk: @candramalik, @hotfashionholic @haspahani

dan sunyi mengundangmu untuk pergi, karena sunyilah sebenar puisi

pejalan sunyi akan pergi mencari sunyinya sendiri, bersenandung rindu di sunyinya sendiri

aku menatap sunyimu, sunyi yang gemuruh di kerjap cahaya senja

mungkin ada yang sempat dicatat cahaya matahari, guguran daun di penghujung hari

yang datang akan pergi, yang pergi akan kembali. dan sunyi mengundangmu untuk pergi, juga kembali

di puncak sunyi kau akan menemui dirimu sendiri, menemu sunyimu yang tak terbagi

jejak akan menjauh, tapi kepulangan akan kembali ke diri sendiri: sunyi tak bertepi

aku menulis puisi, di lintasan waktu, di jalan gaduh ramai, mengenangmu, mengenang yang perlu dikenang

maka hiduplah kita dalam kenangan yang membahagiakan, sebagai sunyi yang abadi

Tags:

24 NovAku Mengenangmu Sebagai Doa

:munir

aku mengenangmu: kebaikan yang tumbuh di ladang-ladang persemaian. akan terus bertumbuhan, kebaikanmu.

di alun-alun itu, komedi putar yang diam, tugu apel yang dingin, meminta puisi untuk mengenangnya

jemari menera nama-nama di batu. akan lenyap. selain yang bersemayam di hati. tulus ikhlas

semangat dan kebaikan, kenangan yang tak pernah padam dalam ingatan, mengigatmu

ya, karena kebenaran harus tetap diperjuangkan, kita akan terus melawan kesewenangan